Bishop adalah satu satu petinggi Partai Liberal, partai yang mengusung Abbott sebagai PM pada 2013.
Abbott menjanjikan kestabilan, setelah terjadinya kekacauan pemerintah Australia di bawah Partai Buruh, partai yang berkuasa beberapa tahun lalu.
Saat Partai Buruh berkuasa, Julia Gillard menggulingkan PM Kevin Rudd di tahun 2010. Gillard kemudian balik digulingkan Rudd tiga tahun kemudian. Rudd kalah dari Abbott di pemilihan umum 2013.
"Kami (dia dan Bishop) bukan Partai Buruh, dan kami tidak akan mengulangi kekacauan dan ketidakstabilan seperti dulu," tegas Abbott dalam konferensi pers di Sydney, seperti diwartakan AFP, Jumat (6/2/2015).
"Kami mempunyai rencana kuat, dan kami bertekad menjalankannya," sambung dia.
Partai Liberal Australia berusaha menggulingkan Tony Abbott sebagai. Kepemimpinan Abbott dipertanyakan karena kerap kali melakukan beragam kebijakan kontroversial.
Puncaknya terjadi saat Abbott menyerahkan gelar ksatria Australia ke Pangeran Philip asal Kerajaan Inggris. Partai Liberal pun bergolak, dan berencana segera menggelar voting untuk menentukan nasib Abbott.
Selama ini, banyak warga Australia yang ingin terlepas dari monarki Inggris dan menjadi negara republik. Tindakan Abbott terhadap Pangeran Philip dinilai sebagai sesuatu yang bertolak belakang dengan semangat masyarakat.
"Saya rasa kita harus melakukan ini (voting) dan menguji dukungan terhadap kepemimpinan saat ini," ujar Luke Simpkins, salah satu petinggi Partai Liberal, dalam surat elektronik pada semua anggota partai.
"Kenyataannya adalah, orang-orang sudah berhenti mendengarkan perdana menteri," kata Simpkins pada Sky News.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News