Dalam wawancara dengan Channel 4, ia mengatakan Jutting sempat mengaku berada di bawah tekanan saat masih menjadi pegawai bank. Jutting berulang kali mengeluhkan jabatannya, dan beberapa kali sempat berpikiran mengakhiri hidupnya sendiri.
"Saat saya pertama kali mendengar berita itu (pembunuhan), saya tidak memercayainya. Dia adalah pria yang baik," ucap mantan Jutting, seperti dikutip Mirror.co.uk, Senin (3/11/2014),
"Oktober lalu, dia bilang ke saya ingin membunuh dirinya sendiri. Saya rasa dia sedang depresi berat," sambung dia.
Jutting, yang dijerat kasus pembunuhan ganda, disebut sebagai sosok perfeksionis yang terkadang bersikap galak, namun pada dasarnya adalah pria baik.
Polisi menggerebek apartemen mewah Jutting pada Sabtu dini hari kemarin. Satu korban bernama Sumarti Ningsih ditemukan tewas di sebuah koper dengan kepala nyaris terputus. Korban kedua, yang juga warga negara Indonesia bernama Jesse Lorena Ruri, ditemukan sekarat bersimbah darah dan meninggal dunia tak lama kemudian.
Saat ditangkap, Jutting melontarkan banyak ucapan tak jelas. Dalam sebuah email, terungkap fakta bahwa pelaku menyebut dirinya sendiri sebagai psikopat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News