Pidato Perdamaian, Suu Kyi Hindari Topik Rohingya
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi di Kathmandu, Nepal, 1 Desember 2018. (Foto: AFP/SUNIL SHARMA)
Kathmandu: Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, yang menghadapi kecaman internasional atas sikapnya terhadap krisis etnis minoritas Rohingya, meyerukan "budaya perdamaian" untuk mengakhiri konflik antar komunitas. Pidato tersebut disampaikan dalam sebuah acara di Kathmandu, Nepal, Sabtu 1 Desember 2018.

"Dasar dari konflik adalah itikad buruk untuk melukai dan menghancurkan. Itikad buruk yang melahirkan konflik ini juga memicu siklus kebencian dan ketakutan, yang dapat menghilangkan cahaya perdamaian," tutur Suu Kyi, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Suu Kyi kemudian menyerukan adanya kerja sama antar negara untuk mencapai perdamaian dan kesejahteraan bersama. "Budaya perdamaian adalah satu-satunya jalan untuk menciptakan harmoni antar negara dan bangsa," lanjut dia.


Menjabat sebagai penasihat negara yang setara dengan posisi perdana menteri, Suu Kyi menghadapi gelombang kecaman sejak militer Myanmar meluncurkan operasi di negara bagian Rakhine pada Agustus 2017.

Lebih dari 700 ribu Rohingya melarikan diri ke Bangladesh dalam operasi tersebut. Banyak dari mereka menceritakan kisah pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran oleh militer Myanmar.

Baca: Rohingya Peringati Satu Tahun Operasi Militer Myanmar

Namun militer Myanmar berkukuh hanya memburu kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA di Rakhine. Suu Kyi menangkis semua kecaman dan kritik atas operasi tersebut, dan lebih cenderung diam tanpa menyinggung kata "Rohingya."

Pidato Suu Kyi di Kathmandu dilakukan satu hari usai Paris akan mencabut penghargaan yang diberikan pemerintah ibu kota Prancis tersebut. Paris merasa Suu Kyi telah gagal bersuara untuk Rohingya.

Tiga kota di Inggris, yakni Glasgow, Edinburgh dan Oxford telah melakukan hal serupa terhadap Suu Kyi atas penolakannya untuk mengecam operasi militer negaranya sendiri.

Sekitar 300 Rohingya tinggal di Nepal. Salah satu pengungsi Rohingya di Kathmandu meminta pemerintah Nepal untuk mengangkat isu Rohingya dengan Suu Kyi.

"Kami menderita. Saya rasa jika dia (Suu Kyi) mau membantu kami, dia pasti bisa melakukannya," ucap pengungsi itu.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id