Bentrok dengan Abu Sayyaf, 5 Prajurit Filipina Tewas
Kelompok Abu Sayyaf beroperasi di Filipina. (Foto: Maritime Executive).
Manila: Setidaknya lima prajurit militer Filipina tewas dan 23 prajurit lainnya terluka akibat bentrokan dengan anggota kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.

Baku tembak cukup sengit terjadi sekitar pukul 16.00 sore waktu setempat, pada hari ini, di Kota Pantai Patikul di Provinsi Sulu. Lokasi ini memang dikenal sebagai markas Abu Sayyaf.

Dilansir dari Xinhua, Minggu 18 November 2018, hingga saat ini, belum diketahui apakah ada anggota Abu Sayyaf yang tewas dalam baku tembak tersebut.


Sebelumnya, ada dugaan bahwa ancaman Islamic State (ISIS) kembali meningkat di Filipina. Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok sempalan dari ISIS.

Diperkirakan 40 hingga 100 militan asing, dan momentum tumbuh di antara sejumlah kelompok gerilyawan yang menyatakan afiliasi kepada ISIS.

Pada Mei tahun lalu, kota Marawi di Pulau Mindanao dikuasai oleh kelompok Abu Sayaf yang berafiliasi dengan ISIS dan kekhalifahan gadungan itu mengakuinya. Butuh pengepungan lima bulan berdarah oleh tentara, di mana 1.200 nyawa hilang, untuk merebut kembali Marawi.

Selama beberapa dekade Mindanao menjadi pusat kelompok militan Islamis. Tetapi setelah kekhalifahan ISIS diproklamasikan pada 2014 di Suriah dan Irak, beberapa kelompok membentuk koalisi pro-ISIS. Mereka termasuk faksi-faksi Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro (BIFF), Abu Sayyaf, Ansar al-Khilafah, dan Maute.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id