medcom.id, Bangkok: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Thailand, meminta warga negara Indonesia (WNI) untuk bersikap hati-hati, usai rangkaian ledakan yang terjadi 24 jam terakhir.
"Sehubungan dengan terjadinya serangkaian ledakan bom di Trang, Huahin (yang terjadi dua kali), Sura Thani, Phuket, Nakhon Si Thammarat, Phang Nga, KBRI Bangkok senantiasia mengimbau masyarakat Indonesia yang berada di Thailand untuk bersikap hati-hati dan menjaga ketertiban umum," pengumuman KBRI Bangkok, dalam akun Twitter resminya, yang disitat Metrotvnews.com, Jumat (12/8/2016).
"Selanjutnya masyarakat Indonesia yang berada di Thailand dianjurkan agar menghindari kerumuman orang dan senantiasa memonitor perkembangan situasi melalui media massa dan media sosial," lanjut imbauan itu.
Sebelumnya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyebutkan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam rangkaian serangan ini.
"Informasi yang kita terima dari KBRI Bangkok, sampai saat ini tidak ada informasi terkait adanya korban WNI (dalam insiden ledakan di Thailand). Sementara jumlah WNI yang berada di Thailand ada sekitar 3.600 orang," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, kepada Metrotvnews.com, Jumat (12/8/2016).
"Kita terus mengikuti perkembangan yang berlangsung," imbuh Arrmanatha.
(Baca: Tidak Ada Laporan WNI Jadi Korban Ledakan Thailand https://www.medcom.id/internasional/asia/VNnx20Ok-tidak-ada-laporan-wni-jadi-korban-ledakan-thailand).
KBRI Bangkok juga menyediakan kontak yang dapat dihubungi bagi WNI yang berada di sana. Antara lain KBRI Bangkok bisa dihubungi melalui:
Facebook: Komunitas Indonesia di Thailand.
Twitter : KBRI_Bangkok
Telepon : 02 252 313540
Handphone: 098 3382 143, 092 9031 103 atau 092 9951 595.

Imbauan yang dikeluarkan KBRI Bangkok (Foto: Twitter KBRI Bangkok)
Dalam waktu 24 jam terakhir, rangkaian ledakan yang terjadi di Negeri Gajah Putih telah menewaskan empat orang. Serangan juga melukai 35 orang lainnya.
Ledakan yang terjadi sepertinya diarahkan kepada daerah wisata yang penting. Perburuan terhadap pelaku penyerangan pun dilakukan oleh pihak Kepolisian Thailand.
Hingga saat ini polisi berhasil menangkap beberapa orang yang dianggap sebagai tersangka. Mereka menyebut pelaku sebagai ulah sabotase lokal.
(Baca: Dua Bom Meledak Dekat Resort Favorit Raja Thailand https://www.medcom.id/internasional/asia/Rb17PRxK-dua-bom-meledak-dekat-resort-favorit-raja-thailand).
Secara spesifik pihak Thailand menolak keterlibatan dari pihak militan separatis dari wilayah selatan negeri tersebut. Tetapi hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab.
Perdana Menteri Thailand Prayut Chan Ocha meminta masyarakat untuk tetap tenang. Dirinya pun memerintahkan peningkatan keamanan di seluruh wilayah kota dan wisata populer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News