Teheran merasa perlu membantu Suriah bangkit dari keterpurukan perang sipil, yang dari waktu ke waktu semakin diperburuk kehadiran sejumlah grup teroris. Iran tulus membantu tanpa melihat apakah Suriah adalah negara mayoritas muslim sunni atau syiah.
Iran adalah negara dengan mayoritas muslim syiah terbesar di dunia.
"Saudaraku, Iran tidak pernah mempermasalahkan syiah atau sunni. Kami semua membicarakan tentang melawan terorisme. Kami tidak berpikir apakah negara ini syiah atau sunni," tegas Dubes Muhammadi di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 26 April 2017.
"Misalnya, Palestina. Mereka bukan syiah, tapi sunni. Namun kami tetap mendukungnya. Karena kami percaya apa yang mereka lakukan untuk kebebasan mereka," lanjut dia.
Begitu juga dengan Suriah, kata Dubes Muhammadi. Suriah adalah negara dengan mayoritas sunni. Iran menilai Suriah harus dapat bangkit sebagai negara demokrasi, bukan sebagai syiah atau sunni.
Dubes Muhammadi ingin meluruskan paradigma yang berkembang di masyarakat global mengenai Iran. Menurut dia, Iran tidak membantu Suriah karena masalah sunni atau syiah.
Ia menyebut ada sekitar 10 juta sunni yang tinggal di Iran. Dubes Muhammadi menegaskan mereka semua memiliki hak sama, seperti bisa menjadi menteri, pejabat kota dan lainnya.
"Sunni di Iran juga hidup berdampingan dengan saudara mereka yang syiah tanpa ada masalah. Merupakan berita propaganda karena Iran disebut membantu Suriah karena syiah atau apapun. Kita semua bersaudara," ungkap Dubes Muhammadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News