Dia berhasil melakukannya lewat gaya kepemimpinan otoriter, mengatur hampir setiap sendi dan aktivitas masyarakat. Salah satu kebijakan paling populer Lee adalah melarang peredaran permen karet. Lee tidak ingin Singapura menjadi seperti Beijing, dimana meludah dan membuang sampah sembarangan merajalela.
Singapura adalah sebuah anomali. Ini merupakan kota metropolis yang didominasi etnis Tiongkok yang semuanya berbahasa Inggris. Negara ini mempunyai sistem air bersih yang baik, dan hampir semua polisinya tidak bersedia menerima uang suap.
Sebagian besar kesuksesan ini terjadi berkat visi dan kebijakan Lee. Namun harga yang harus dibayar untuk kesejahteraan ini adalah, seluruh warga Singapura harus selalu patuh para pemerintah. Walau terjadi beberapa kali pemilihan umum, Singapura adalah negara yang dikuasai satu partai saja. Perbedaan pendapat atau protes warga terhadap pemerintah merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolerir.
.jpg)
Berikut tujuh kutipan paling kontroversial Lee seperti dikutip Globalpost.com:
Dalam memberikan kekuatan politik kepada masyarakat:
"Saat orang bilang, 'oh, tanyakan saja kepada rakyat!'. Saya rasa itu adalah omong kosong. Mereka bilang rakyat bisa berpikir untuk diri mereka sendiri? Apakah Anda benar-benar yakin saat orang yang kurang berpendidikan mengetahui konsekuensi dari pilihannya saat dia menjawab pertanyaan berdasarkan bahasa, kultur dan agama? ...kita akan kelaparan, akan terjadi kekacauan suku dan ras. Kita akan terpecah-belah."
-Dikutip di Lee Kuan Yew: The Man and His Ideas, 1998
Dalam menilai kesejahteraan dan demokrasi:
"Anda berbicara mengenai Rwanda atau Bangladesh, atau Kamboja, atau Filipina. Mereka memiliki demokrasi. Tapi, apakah kehidupan masyarakatnya beradab untuk dapat dipimpin? Rakyat menginginkan perkembangan ekonomi terlebih dahulu. Para pemimpin mungkin dapat membicarakan hal lain. Anda dapat melakukan survei dan polling terhadap siapapun. Apa yang mereka inginkan? Hak menulis sebuah editorial seperti yang Anda inginkan? Mereka menginginkan rumah, obat-obatan, pekerjaan, sekolah."
-Dikutip di Lee Kuan Yew, The Man and His Ideas, 1997
Dalam polling opini:
"Saya tidak pernah khawatir atau terobsesi dengan polling opini atau popularitas. Saya rasa pemimpin yang mengkhawatirkan hal seperti itu, adalah pemimpin lemah. Antara dicintai dan ditakuti, saya selalu meyakini (prinsip filsuf Italia Nicolo) Machiavelli yang paling benar. Jika tidak ada orang yang takut terhadap saya, maka saya tidak ada artinya."
-Dikutip di The Singapore Story: Memoirs of Lee Kuan Yew, 1997

Dalam masalah musuh politik dan kritik:
"Jika Anda pikir Anda dapat melukai saya lebih dari saya dapat melukai Anda, maka cobalah. Anda tidak mungkin dapat menemukan cara untuk memimpin masyarakat (etnis) Tiongkok."
-Dikutip di Lee Kuan Yew: The Man and His Ideas, 1998
Dalam mencampuri kehidupan pribadi masyarakat:
"Saya terkadang dituding mencampuri kehidupan pribadi masyarakat. Itu benar. Jika saya tidak melakukan itu, kita semua tidak akan ada di sini hari ini. Dan saya mengatakan ini tanpa penyesalan sedikitpun, bahwa kita tidak akan mungkin ada di sini, kita tidak akan mungkin mengalami kemajuan ekonomi, jika kami tidak mengintervensi masalah tiap warga yang sangat personal. Siapa tetangga Anda, bagaimana cara Anda hidup, suara-suara yang ditimbulkan Anda, bagaimana cara Anda meludah, atau bahasa apa yang Anda gunakan. Kami memutuskan hal apa yang benar untuk dilakukan. Tidak peduli apa yang masyarakat pikirkan.
-Berbicara kepada surat kabar Straits Times, 1987
Dalam masalah Islam dan Muslim:
"Saya rasa kami berkembang sangat baik hingga gelombang Islam datang. Dan jika Anda bertanya mengenai pengamatan saya, komunitas lain selain Muslim lebih mudah berintegrasi dalam masalah pertemanan, pernikahan beda agama, suku dan ras, dan hal lainnya. Saya mengatakan bahwa saat ini, kami dapat mengintegrasikan semua agama dan ras kecuali Islam." (Lee mencabut komentarnya ini kemudian).
-Dikutip di Lee Kuan Yew: Hard Truths to Keep Singapore Going, 2011
Dalam kebebasan media:
"Kami mengizinkan jurnalis Amerika Serikat di Singapura untuk melaporkan segala hal mengenai Singapura kepada rekan senegaranya. Namun kami tidak dapat membiarkan mereka memainkan gaya media Amerika di Singapura.
-Dialog terhadap American Society of Newspaper Editors, 1988

Lee Kuan Yew wafat di Singapore General Hospital pada pukul 03.16, Senin (23/3/2015) waktu setempat. Lee wafat pada usia 91 tahun. Lee sudah dirawat sejak awal Februari 2015 lalu akibat penyakit radang paru-paru atau pneumonia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News