"Laporan kehancuran masih berdatangan dan jumlah korban tewas, terluka atau terkena imbas musibah ini juga terus meningkat," ucap Ban dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip UN.org, Sabtu (26/4/2015).
Menurut laporan awal agensi PBB, pemerintah Nepal mencatat korban tewas akibat gempa 7,8 SR berkisar 700 hingga 1.000 orang. Namun jumlah ini diprediksi meningkat tajam. Beberapa media melaporkan korban sudah mencapai 1.800 orang.
"Sudah jelas banyak sekali korban tewas," ujar Ban. "Terdapat pula kehancuran signifikan terhadap situs budaya Nepal yang tak terganti."
Sekitar 50 pakar kegempaan sudah memprediksi gempa dahsyat di Nepal sejak sepekan lalu. Meski begitu, mereka tidak mengetahui lokasi serta tanggal pasti gempa.
"Semacam mimpi buruk yang menunggu untuk menjadi nyata. Yang terjadi secara fisik dan geologis adalah apa yang kami sudah prediksi," ujar seorang ahli gempa yang sekaligus Kepala Ilmu Bumi Universitas Cambridge, James Jackson seperti dilansir dari situs The Times of India.
Menurut informasi Kementerian Luar Negeri RI, terdapat belasan Warga Negara Indonesia yang menetap di Nepal.
"#updateNepal KBRI Dhaka berhasil menghubungi beberapa WNI di Nepal, jaringan komunikasi yg blm stabil menyulitkan upaya kontak," demikian ditulis Kemlu dalam akun Twitter, Minggu (26/4/2015).
Pemerintah di seluruh dunia menawarkan bantuan ke Nepal, yang dilanda bencana alam terburuk dalam 80 tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News