Kepulauan Solomon sebelumnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan mengakui 'Satu Tiongkok'. Foto: AFP
Kepulauan Solomon sebelumnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan mengakui 'Satu Tiongkok'. Foto: AFP

Kepulauan Solomon Veto Niat Tiongkok Sewa Pulaunya

Internasional tiongkok Kepulauan Solomon
Arpan Rahman • 25 Oktober 2019 18:08
Honiara: Upaya perusahaan Tiongkok untuk menyewa seluruh pulau di kepulauan Pasifik dinilai melanggar hukum dan tidak akan diizinkan untuk melanjutkannya. Hal itu ditegaskan pemerintah Kepulauan Solomon, Jumat.
 
“Kesepakatan antara Provinsi Central, Solomon dan perusahaan Pemerintah Tiongkok, Sam Group melanggar hukum, tidak dapat diberlakukan, dan harus diakhiri dengan segera,” tegas kantor Perdana Menteri Manasseh Sogavare, seperti dikutip AFP, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Dikatakan pemerintah provinsi tidak memiliki kekuatan menegosiasikan perjanjian mengenai Pulau Tulagi, yang memiliki tipe pelabuhan laut dalam. Pulau itu dilindungi oleh militer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dikatakan bahwa Sam Group tidak memiliki status investor asing di Solomon dan tidak ada kesepakatan yang dapat diselesaikan tanpa persetujuan Jaksa Agung John Muria.
 
"Sudah dipastikan bahwa semua perjanjian yang melibatkan pemerintah Kepulauan Solomon, yang mencakup pemerintah provinsi, harus diperiksa oleh Jaksa Agung sebelum dieksekusi," kata pernyataan itu.
 
"Perjanjian itu tidak diperiksa oleh kamar Jaksa Agung sebelum ditandatangani," tegas.
 
Provinsi Central menandatangani ‘perjanjian kerja sama strategis’ pada 22 September -- sehari setelah Tiongkok dan Solomon secara resmi menjalin hubungan diplomatik menyusul keputusan negara Pasifik yang miskin itu memutuskan hubungan dengan Taiwan, saingan berat Taiwan. Tetapi baru diketahui publik awal bulan ini ketika media memperoleh salinan perjanjian.
 
Tulagi, sebuah pulau sekitar dua kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1.200 jiwa, adalah tempat bekas pangkalan angkatan laut Jepang dan merupakan tempat pertempuran sengit dalam Perang Dunia II.
 
Perjanjian dengan Sam Group menyebutkan pengembangan kilang di pulau itu, tetapi Amerika Serikat dan Australia akan khawatir akan potensinya untuk digunakan sebagai pangkalan militer Tiongkok.
 
Solomon sebelumnya menjadi sekutu terbesar Taiwan di wilayah Pasifik dan keputusan untuk meninggalkan Taipei demi Tiongkok setelah spekulasi berbulan-bulan dipandang sebagai kudeta diplomatik utama bagi Beijing.
 
Beberapa hari kemudian, negara loyalis Taipei lainnya di kawasan itu, Kiribati, melakukan hal yang sama. Kini Praktis kini hanya empat negara di Pasifik yang mengakui negara Taiwan dan 15 lainnya di dunia.
 
Tiongkok sudah menegaskan kehadirannya di Pasifik karena kekuatan ekonominya terus meningkat. Negeri Tirai Bambu melihat Taiwan sebagai negara pemberontak yang pada akhirnya akan disatukan dengan Tiongkok daratan, lewat kekerasan jika perlu.
 
Negara regional lainnya, terutama Australia, takut tujuan akhir Beijing adalah untuk mendirikan pangkalan angkatan laut di Pasifik yang secara dramatis akan meningkatkan jejak militernya di kawasan tersebut.
 
Langkah seperti itu berpotensi meniadakan keterpencilan geografis yang memberi Australia dan Selandia Baru penyangga pertahanan yang berharga.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif