Salah satu situs pemakaman tradisional Uighur yang dihancurkan Tiongkok di Shayar, Xinjiang. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)
Salah satu situs pemakaman tradisional Uighur yang dihancurkan Tiongkok di Shayar, Xinjiang. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)

Tiongkok Hancurkan Banyak Pemakaman Uighur

Internasional tiongkok uighur
Willy Haryono • 09 Oktober 2019 14:55
Xinjiang: Tiongkok telah menghancurkan banyak area pemakaman keluarga Uighur di Xinjiang, yang telah menjadi tempat peristirahatan terakhir etnis minoritas tersebut dari generasi ke generasi.
 
Menurut investigasi AFP dengan mengambil data satelit Earthrise Alliance, puluhan situs pemakaman Uighur di Xinjiang telah dihancurkan Pemerintah Tiongkok dalam kurun waktu dua tahun.
 
Sejumlah pemakaman itu dihancurkan begitu saja. Di tiga situs pemakaman di wilayah Shayar, jurnalis AFP melihat tulang belulang manusia dibiarkan berserakan begitu saja. Di beberapa lokasi lain, batu bata yang dijadikan nisan juga berserakan tak terurus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Tiongkok mengklaim penghancuran itu adalah bagian dari proyek pembangunan dan juga standarisasi area pemakaman. Namun sejumlah Uighur di luar Tiongkok menilai penghancuran itu adalah bagian dari upaya Beijing dalam mengontrol semua elemen masyarakat yang ada di Xinjiang.
 
"Semua ini adalah bagian dari usaha Tiongkok dalam menghapus segala bukti bahwa kami pernah ada. Mereka ingin membuat kami seperti etnis Han," kata Salih Hudayar, yang mengatakan bahwa makam leluhurnya telah dihancurkan pemerintah.
 
"Mereka menghancurkan semua situs historis ini, semua pemakaman ini, untuk menghapus kami dari jejak sejarah," sambung dia dalam artikel di situs AFP, Rabu 9 Oktober 2019.
 
Sementara itu, sekitar satu juta Uighur telah dimasukkan ke dalam "kamp re-edukasi" di Xinjiang. Tiongkok mengklaim langkah tersebut diperlukan demi memerangi ideologi ekstremisme dan separatisme, serta untuk memupuk bibit-bibit nasionalisme.
 
Tiongkok masih berkukuh menjalankan kebijakannya terhadap Uighur di Xinjiang, terlepas dari gelombang kecaman global.
 
Pekan ini, Amerika Serikat telah memasukkan 28 perusahaan Tionkok ke daftar hitam atas isu Uighur. Washington juga berencana membatasi visa bagi sejumlah pejabat Tiongkok yang memiliki keterkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif