Presiden Jokowi bersalaman dengan Presiden Iran Hasan Rouhani di KTT Asia Afrika pada 2015, Jakarta. (Foto: Antara).
Presiden Jokowi bersalaman dengan Presiden Iran Hasan Rouhani di KTT Asia Afrika pada 2015, Jakarta. (Foto: Antara).

Selamati Jokowi, Iran Senang Indonesia Tumbuh Independen

Internasional indonesia-iran
Marcheilla Ariesta • 24 Mei 2019 11:06
Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia. Rouhani mengharapkan hubungan Jakarta dan Teheran semakin berkembang di periode kedua Jokowi.
 
"Kedua negara telah memiliki hubungan yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Saya berharap hubungan kita semakin berkembang lebih lanjut," tutur Rouhani, dilansir dari Kantor Berita Iran, IRNA, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Rouhani mengatakan bahwa Iran senang dengan sikap Indonesia yang independen mengenai masalah internasional. Dia menambahkan, ada kesamaan terhadap pendekatan logis kedua negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Rouhani, Indonesia memiliki tekad dan tidak terpengaruh oleh tekanan ekstra-yudisial. Selain itu, dia juga senang karena Indonesia terus menekankan multilateral dan menolak unilateralisme negara-negara tertentu yang mendukung sanksi tidak adil.
 
"Saya berharap Indonesia dan Iran akan menggunakan semua kapasitas yang ada untuk memperkuat persahabatan kita," imbuhnya.
 
Dia juga berdoa untuk kesehatan dan keberhasilan Presiden Joko Widodo, serta kemakmuran dan kemenangan bagi rakyat Indonesia.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi resmi pemilihan umum serentak 2019 pada Selasa, 21 Mei 2019 dini hari. Dalam pengumuman tersebut disampaikan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul dengan suara 85.607.362 suara atau 55,5 persen.
 
Sementara lawannya, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat 68.650.239 atau 44,5 persen suara. Namun koalisi Prabowo menolak hasil tersebut.
 
Melalui tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), mereka akan menggugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Meski demikian, bukti yang diajukan tidak cukup untuk menunjukkan kecurangan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif