Dua polisi berpatroli di Nagoya, Jepang, 22 November 2019. (Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Dua polisi berpatroli di Nagoya, Jepang, 22 November 2019. (Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU)

Polisi Jepang Ungkap Jual Beli Uranium di Internet

Internasional jepang
Arpan Rahman • 10 Desember 2019 16:06
Tokyo: Kepolisian Jepang merujuk dua pria dan seorang siswa sekolah menengah atas ke tim jaksa penuntut umum atas keterlibatan mereka dalam praktik jual beli uranium di dunia maya, Selasa 10 Desember 2019. Praktik tersebut melanggar hukum Jepang yang mengatur mengenai material nuklir.
 
Pria pria asal Azumino, prefektur Nagano, diduga sebagai penjual dua tipe uranium (terdeplesi dan alami) di situs lelang daring Yahoo. Sementara dua terduga pembelinya adalah seorang siswa SMA asal Koganei, Tokyo, dan pria 61 tahun dari Koga, prefektur Ibaraki.
 
Dalam hukum di Jepang, transaksi material nuklir hanya boleh dilakukan oleh perusahaan dan organisasi yang sudah mengantongi izin pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut sejumlah sumber, dilansir dari Japan Times, pria yang menjual uranium secara daring itu mengaku mendapatkan material tersebut dari sebuah situs luar negeri.
 
Ia dan dua calon pembeli sama-sama mengaku hanya tertarik pada ilmu kimia, dan tak berniat menggunakan uranium untuk tujuan berbahaya.
 
Siswa SMA itu diketahui pernah dirujuk ke tim jaksa pada April kemarin atas dugaan menciptakan sebuah bubuk peledak.
 
Tahun lalu, Kepolisian Jepang meluncurkan investigasi terhadap penjualan sebuah bahan kimia yang dideskripsikan sebagai "uranium 99,9 persen" di situs lelang daring Yahoo.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif