Mantan diplomat Korut Thae Yong-ho mengumumkan pencalonan dirinya di Seoul, Korsel, 11 Februari 2020. (Foto: AFP/Yonhap/STR)
Mantan diplomat Korut Thae Yong-ho mengumumkan pencalonan dirinya di Seoul, Korsel, 11 Februari 2020. (Foto: AFP/Yonhap/STR)

Mantan Diplomat Korut Nyaleg di Korsel

Internasional korea utara korsel-korut
Willy Haryono • 11 Februari 2020 14:01
Seoul: Seorang mantan diplomat Korea Utara mendeklarasikan dirinya sebagai kandidat dalam pemilihan umum parlemen di Korea Selatan, Selasa 11 Februari 2020. Ia mengaku pencalonan dirinya ini akan mendemonstrasikan kebebasan demokratik di Korsel, rumah barunya.
 
Thae Yong-ho, yang melarikan diri dari pos Wakil Duta Besar Korut untuk Inggris pada Agustus 2016, telah menjadi kritikus keras Pyongyang. Ia juga kerap mengkritik kebijakan Presiden Korsel Moon Jae-in yang berusaha memulihkan hubungan dengan Korut.
 
Sejak membelot dari Korut, Thae telah bergabung dengan partai oposisi LKP. Ia meyakini kemenangannya dalam pemilu legislatif dapat menginspirasi banyak warga Korut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip beberapa pejabat LKP, media lokal melaporkan bahwa Thae mungkin akan direkomendasikan untuk mewakili pos konstituen distrik Gangnam. Rekomendasi partai akan memperbesar peluang Thae untuk menang dalam pemilu pada 15 April mendatang.
 
"Saat warga dan para elite Korut melihat bahwa Thae Yong-ho dapat dipilih menjadi pejabat Korsel, maka kita akan semakin mendekati reunifikasi yang diidam-idamkan selama ini," tutur Thae, dilansir dari AFP.
 
Korut, negara miskin namun memiliki senjata nuklir, telah dijatuhi sejumlah sanksi atas program nuklir dan misil balistik. Mengomentari Presiden Moon, Thae menilai kebijakannya dalam bidang reunifikasi berjalan dalam "arah yang salah."
 
Moon telah berhasil memediasi pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un. Trump dan Kim telah tiga kali bertemu. Dua pertemuan berlangsung formal, dan yang ketiga informal di Zona Demiliterisasi.
 
"Saya tahu mengenai rezim dan sistem Korut lebih dari siapapun," sebut Thae, yang berniat menawarkan pendekatan "realistis" untuk urusan Korut.
 
Thae merupakan salah satu pejabat tertinggi Korut yang membelot ke Korsel. Jika terpilih, maka ia akan menjadi pembelot pertama yang menduduki kursi di Majelis Nasional Korsel.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif