Sejumlah wartawan asing tiba di kamp pendidikan vokasi Uighur di Hotan, daerah otonomi Xinjiang, Sabtu 5 Januari 2019. (Foto: Antara/M. IRFAN ILMIE)
Sejumlah wartawan asing tiba di kamp pendidikan vokasi Uighur di Hotan, daerah otonomi Xinjiang, Sabtu 5 Januari 2019. (Foto: Antara/M. IRFAN ILMIE)

Tiongkok Izinkan PBB Datang ke Xinjiang dengan Syarat

Internasional tiongkok uighur
Arpan Rahman • 08 Januari 2019 13:12
Beijing: Tiongkok mengaku mengizinkan para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengunjungi Xinjiang, dengan syarat mereka semua harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Isu Xinjiang ini disorot komunitas global terkait dugaan adanya pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis minoritas Muslim Uighur.
 
"Xinjiang adalah wilayah terbuka. Kami menyambut semua pihak, termasuk PBB, untuk datang berkunjung. Syaratnya, mereka harus tunduk pada hukum dan regulasi Tiongkok, serta melalui prosedur kunjungan yang benar," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang, seperti disitir dari laman Al Jazeera, Senin 7 Januari 2019.
 
Namun dia mengingatkan para pejabat PBB, jika nanti jadi berkunjung ke Xinjiang, untuk "menghindari ikut campur dalam urusan domestik" dengan berpedoman pada netralitas dan sikap objektif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Agensi Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet, mengatakan pada Desember lalu bahwa pihaknya berusaha datang ke Xinjiang untuk memverifikasi "sejumlah laporan yang mengkhawatirkan" mengenai kamp re-edukasi terhadap minoritas Muslim, termasuk Uighur.
 
Agustus lalu, panel HAM PBB mengaku menerima sejumlah laporan kredibel bahwa satu juta atau lebih Uighur dan etnis minoritas lainnya ditahan di sebuah "kamp masif" di Xinjiang.
 
Global Times, surat kabar berbahasa Inggris pro-pemerintah Tiongkok, melaporkan pada Sabtu lalu bahwa Negeri Tirai Bambu telah meloloskan sebuah aturan baru untuk agar Islam di Tiongkok dapat berjalan beriringan dengan sosialisme.
 
Sementara itu, grup beranggotakan 15 duta besar dari negara-negara Eropa di Beijing berusaha menjadwalkan pertemuan dengan kepala Partai Komunis di kawasan, Chen Quanguo. Grup yang dipimpin Kanada itu ingin mendengarkan penjelasan Tiongkok mengenai dugaan pelanggaran HAM terhadap Uighur.
 
Sementara di Indonesia, Duta Besar Tiongkok Xiao Qian menjelaskan mengenai situasi terkait Xinjiang dan Uighur kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Dubes Xiao Qian menyebut semua hal yang diberitakan di berbagai media itu tidak tepat.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif