Polisi Malaysia Periksa Mahathir Mohamad Atas Tuduhan Berita Palsu
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dihadapkan pada penyelidikan polisi (Foto: AFP).
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang saat ini menjadi tokoh oposisi pemerintah, diselidiki atas tuduhan menyebarkan berita palsu.
 
(Baca: Rencana Mahathir Mohamad Singkirkan Najib Razak).
 
Polisi memberikan konfirmasi atas penyelidikan terhadap Mahathir pada Rabu 2 Mei. Menurut Kepala Polisi Kuala Lumpur Mazlan Lazim, kasus Mahathir merupakan salah satu dari delapan laporan yang diterima oleh polisi terkait Pemilu Malaysia ke-14.
 
"Untuk kasus penyebaran berita palsu, termasuk melibatkan klaim oleh Malaysia mengenai pesawat yang dia tumpangi disabotase pada Jumat (27 April) lalu," ujar Mazlan, seperti dikutip Bernama, Kamis 3 Mei 2018.
 
Klaim Mahathir dikeluarkannya saat mencarter pesawat yang membawanya ke Langkawi dari Subang. Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia ini naik ke pesawat, sebelum pilot mengumumkan bahwa salah satu roda pesawat mengalami kebocoran.
 
Karena insiden itu, Mahathir pun terpaksa melakukan perjalanan dengan pesawat lain. Tokoh berusia 93 tahun itu kemudian melontarkan klaim bahwa ada pesawatnya disabotase oleh pihak lain.
 
Setelah diselidiki oleh pihak Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM), tidak ada bukti sabotase ditemukan.
 
Pada Selasa 1 Mei 2018, Pergerakan Pemuda UMNO melayangkan laporan kepada polisi terhadap Mahathir. Mereka mengatakan tuduhan itu tidak jelas dan menimbulkan persepsi tidak tepat terhadap koalisi Barisan Nasional yang saat ini menguasai pemerintahan.
 
Sementara Kepala Polisi Mazlan mengatakan bahwa Mahathir diperiksa atas Undang-undang Anti Berita Palsu 2018, yang bisa diancam penjara maksimal enam tahun atau denda 500 ribu ringgit Malaysia.
 
Selain itu ada tuduhan lain yang diarahkan kepada tokoh Nasional Malaysia itu. Laporan lain terhadap Mahathir adalah tuduhan menerobos, melakukan tindakan berbahaya melibatkan api dan berceramah tanpa ada izin.
 
Ketika ditanya mengenai penyelidikan atas kampanye di Kuantan pada Rabu 2 Mei malam, Mahathir mengatakan kepada Channel News Asia: "Saya tidak khawatir atas apapun".
 
 
Janjikan perubahan
 
Mahathir menjanjikan adanya perubahan di Malaysia jika oposisi menang. Salah satu janji yang disuguhkan oleh Mahathir adalah memberikan libur tambahan dua hari, pada saat setiap pemilu dilakukan. Janji ini dipicu pelaksanaan Pemilu Malaysia 2018 yang dilakukan saat hari kerja.
 
Pada saat wawancara khusus Medcom.id dengan Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur 3 Februari 2018, dirinya menjelaskan maksudnya untuk terjun kembali ke panggung politik Malaysia di usia 93 tahun.
 
"Jika kami menang, kami bisa bangun Malaysia seperti dulu. Kami ada program untuk mengembalikan Malaysia dengan landasan yang lama dan sistem pemerintahan yang rakyat suka. Dan mungkin ada peraturan jabatan PM hanya boleh dua periode, tidak lebih dari itu," ujar Mahathir, kepada Medcom.id.
 
(Baca: Hubungan Baik RI-Malaysia Masih Membekas di Hati Mahathir Mohamad).
 
Sosok yang pernah tokoh panutan Partai UMNO ini menginginkan adanya keseimbangan dari legislatif, subjektif dan yudisial. Pihaknya yakin bisa mengobati penyakit yang dibawa oleh PM Najib.
 
"Mereka (oposisi) berpendapat bahwa saya berpengalaman, jadi saya bisa membantu pemulihan negara ini," tutur Mahathir.
 
Harapan Mahathir sendiri menginginkan kolisi oposisi Pakatan Harapan bisa menang pemilu. Tapi ada kekhawatiran dari Mahathir mengenai perlawanan dari PM Najib Razak. Menurutnya PM Najib akan menghalalkan segala cara untuk menggagalkan oposisi dengan uang. Dia bisa menyuap pemilih, media, atau apapun itu untuk mendulang suara yang banyak dan menggagalkan lawan.

 
 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360