Pentingnya Our Ocean Conference Menjaga Kekayaan Laut
Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama dengan Kemenlu akan menjadi host Our Ocean Conference 2018 di Bali, 29-30 Oktober. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
Jakarta: Our Ocean Conference (OOC) 2018 akan segera dilaksanakan pada 29-30 Oktober 2018. Konferensi ini sangat penting karena akan membicarakan berbagai masalah yang terkait dengan laut.
 
Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, wilayah laut saat sekarang tidak kalah pentingnya dengan wilayah darat. Berbagai sumber kehidupan berasal dari laut, laut pula telah menjadi media penghubung antar negara, bahkan laut telah lama menjadi sumber konflik antar negara.
 
Baca juga: Komitmen Menjaga Laut Melalui Our Ocean Conference 2018.
 
"Oleh karenanya umat manusia sudah sewajarnya menjaga kelestarian laut dan berbagai sumber kekayaannya. Laut juga perlu untuk dihindari sebagai ajang konflik antar negara," ujar Hikmahanto dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa 23 Oktober 2018.
 
"Disinilah pentingnya pemerintah perlu diapresiasi karena mengambil inisiatif untuk menjadi tuan rumah OCC 2018," imbuhnya.
 
Indonesia dalam konferensi ini memiliki kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspek dari laut yang bisa dikaji oleh masyarakat internasional.
 
Lebih lanjut Hikmahanto menambahkan, meski secara dimensi kewilayahan laut dapat dibagi-bagi, namun secara alamiah laut adalah satu. Oleh karenanya keberlangsungan laut akan bergantung pada kesadaran dan upaya masyarakat internasional untuk melakukan berbagai tindakan nyata.
 
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, dalam konferensi ini dirinya yang menjadi ketua bersama dengan Menlu Retno Marsudi akan mengupayakan tracking mechanism. "Memang kita tidak mau di konferensi itu cuma talking, talking only.  Tapi konkretnya tidak ada, delivery (hasil)-nya mana," tutur Susi, pada 17 Oktober di kantor KKP.
 
Susi menginginkan, dalam Our Ocean Conference yang kelima ini di Indonesia, itu betul-betul membahas mengenai komitmen.  Jangan banyak negara hanya bicara komitmen tetapi tidak ada hasilnya.
 
Menlu Retno Marsudi menilai penyelenggaraan konferensi ini untuk menunjukan kepemimpinan Indonesia untuk kelautan.  Hal ini dinilai sejalan dengan diplomasi maritim yang terus dikembangkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
 
Selama berlangsungnya Our Ocean Conference di Bali ini, pemerintah akan berusaha bertindak secara konkret. Konferensi ini akan mengutamakan komitmen-komitmen konkret negara-negara peserta bagaimana memajukan isu kelautan, bagamana melindungi dan menghadapi isu terkait kelautan.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id