Tentunya Indonesia dalam debat ini akan berbicara mengenai isu pasukan perdamaian karena menjadi isu yang sangat penting. Pada Rabu 28 Maret waktu New York, Amerika Serikat (AS) Menlu Retno akan memaparkan usulan Indonesia.
Selama ini, Indonesia merupakan salah satu kontributor besar dalam operasi pasukan perdamaian PBB.
Beberapa usulan diutarakan oleh Deputi Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan pasukan perdamaian Jean-Pierre Lacroix pada Selasa 27 Maret.
"Sebagai kontributor besar peacekeeping (pasukan perdamaian) kita juga memberikan masukan bagaimana penempatan pasukan sebaiknya dilakukan di masa mendatang," ujar Menlu Retno Marsudi, dalam rekaman video yang diterima Medcom.id, dari Kemenlu RI, Rabu 28 Maret 2018.
Dalam pertemuan itu Menlu juga membahas mengenai reliasasi pengiriman pasukan perdamaian dari Indonesia. Selain juga menyampaikan usulan Indonesia terkait efisiensi dan efektivitas pasukan PBB khususnya keamanan dan keselamatannya.
Usulan paling penting lainnya adalah mengenai penambahan jumlah pasukan perdamaian PBB perempuan. Karena peran pasukan perempuan ini juga dianggap signifikan.
"Saya sampaikan kesediaan Indonesia untuk mengirimkan lebih banyak lagi pasukan perdamaian ke berbagai misi perdamaian PBB guna mencapai visi 4.000 pada 2019. Deputi Lacroix pun mengapresiasi kontribusi Indonesia bagi Misi Perdamaian terutama polisi dan pasukan perdamaian perempuan Indonesia," jelas Menlu Retno sebelumnya, dalam akun Twitter pribadinya.
"Saya sependapat dengan pentingnya peningkatan partisipasi perempuan pada misi perdamaian. Indonesia menawarkan Pusat Misi Perdamaian Indonesia di Sentul sebagai hub (pusat) bagi pelatihan pasukan perdamaian PBB di kawasan," jelasnya.
Selain bertemu Lacroix, Menlu Retno juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Belanda Step Blok. Belanda yang memegang Presiden DK PBB, menjadi inisiator debat mengenai pasukan perdamaian PBB ini.
Bersama dengan Menlu Blok, mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu membahas isu kawasan keamanan kawasan. Tentunya pasukan perdamaian juga menjadi isi dari perbincangan kedua rekan itu.
"Indonesia menyampaikan apresiasi atas Presidensi Belanda pada DK PBB untuk Maret 2018 yang difokuskan pada misi Perdamaian PBB," sebut Menlu.
Menlu Retno dalam akun Twitternya pun menyebutkan bahwa Menlu Blok akan berkunjung ke Indonesia tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News