Demonstran Setop Rencana Penghancuran Masjid di Tiongkok
Ratusan orang berunjuk rasa di Masjid Agung Weizhou di Ningxia, Tiongkok. (Foto: SCMP)
Ningxia: Ratusan demonstran Muslim di Tiongkok barat berhasil menunda rencana pembongkaran masjid baru mereka oleh pemerintah setempat.

Kerumunan besar massa berkumpul sejak Kamis kemarin di Masjid Agung Weizhou di Ningxia, yang dibangun dengan gaya arsitektur Timur Tengah. Masjid itu baru-baru ini dibuka setelah dibangun selama dua tahun.

Para pengunjuk rasa menggelar aksi dalam menentang rencana oleh pemerintah provinsi pada 3 Agustus lalu bahwa masjid itu belum mendapat izin mendiringan bangunan sehingga harus dihancurkan.


Dalam pengumuman itu disebutkan pemerintah akan "secara paksa menghancurkan masjid tersebut sesuai aturan hukum" jika para pengurus masjid menolak mematuhi.

Pada Jumat 10 Agustus dini hari, kepala daerah setempat berkata kepada demonstran bahwa pemerintah menunda penghancuran masjid. 

Dia menambahkan bahwa rencana rekonstruksi masjid tersebut, yang telah disetujui pemerintah setempat, akan dinegosiasikan. Sebuah sumber yang dekat dengan pemerintah menyebut perjanjian itu menyebutkan bahwa delapan dari sembilan kubah masjid agung tersebut harus dihancurkan.

Seperti disitat dari UPI, Sabtu 11 Agustus 2018, beberapa kalangan mempertanyakan mengapa masjid itu dibangun, jika izinnya tidak pernah diberikan.

Kasus ini menjadi yang terbaru di Daerah Otonomi Ningxia yang melibatkan ancaman pemerintah terhadap pemeluk agama. Sekitar 23 juta Muslim tinggal di Tiongkok, dan Islam telah menjadi bagian penting dari wilayah Ningxia selama berabad-abad.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id