medcom.id, Sydney: Australia dirundung duka mendalam atas tewasnya dua orang dalam penyanderaan berdarah di sebuah kafe di Sydney, Australia, Senin kemarin. Sejumlah kritikus meminta penjelasan pemerintah mengapa pelaku yang mempunyai catatan tindak kejahatan tidak diawasi ketat.
Man Haron Monis, pria 50 tahun kelahiran Iran, masuk ke Kafe Cokelat Lindt dengan membawa sebuah senapan shotgun dan menyandera 17 orang. Baku tembak polisi dan Monis terjadi 16 jam kemudian, yang berujung pada tewasnya dua sandera dan pelaku.
"Ini merupakan kejadian yang mengingatkan dan membuka mata kita semua," ucap Perdana Menteri Tony Abbott pada Macquarie Radio. "Ini adalah bencana, bencana yang mungkin sebenarnya bisa dicegah. Oleh karena itu, ulasan mendalam terkait kasus ini sangatlah penting," tambah dia.
Abbott memerintahkan adanya penyisiran semua hal yang merujuk pada terjadinya penyanderaan, seperti mengapa Moris bisa lepas dari jerat hukum dengan uang jaminan dan mengapa dia bisa mendapatkan shotgun.
Tahun lalu, Monis didakwa melakukan pekerjaan sosial selama 300 jam karena mengirim sejumlah surat tak pantas pada keluarga prajurit Australia yang tewas dalam misi di Afghanistan. Setelah itu, ia dituntut kasus pembunuhan mantan istrinya. Awal 2014, ia dituntut kasus pelecehan seksual. Monis membayarkan uang jaminan dari semua kasus tersebut.
Tiga hari sebelum penyanderaan di Sydney, pengadilan tinggi Australia menolak banding Monis atas kasus pengiriman surat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan