Pria asal Selandia Baru itu berada di sebuah kafe di Kathmandu bersama istri dan tiga anaknya, saat gempa 7,8 SR mengguncang Nepal pada Sabtu kemarin. Mereka pun berlari menyelamatkan diri ke ruang terbuka.
"Ada kerusakan masif di bangunan sekitar sini. Setelah kejadian itu, kami segera pergi tanpa berhenti untuk menuju bandara," ujar Mackey, yang mengaku sudah menghabiskan tiga pekan berlibur di Nepal.
"Kami masih berusaha menghubungi biro perjalanan kami untuk memesan penerbangan ke tujuan mana pun dari Nepal," sambung dia, seperti dikutip AFP, Senin (27/4/2015)
Dengan pegunungan eksotis dan kekayaan budayanya, Nepal menjadi salah satu tujuan wisata favorit di setiap tahunnya. Jumlah turis asing di Nepal pernah mencapai 800 ribu orang pada 2013. Sebagian besar dari mereka langsung bergerak menuju Gunung Everest.
Belum diketahui ada berapa warga negara asing yang tewas dalam tragedi di Nepal. Sedikitnya 18 jasad ditemukan di Everest, yang mengalami salju longsor akibat gempa 7,8 SR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News