Bendera Inggris dan bendera Uni Eropa (Foto: AFP)
Bendera Inggris dan bendera Uni Eropa (Foto: AFP)

Pengamat: Brexit Tak Terlalu Berpengaruh bagi RI-Inggris

Sonya Michaella • 23 Juni 2016 13:41
medcom.id, Jakarta: Referendum Brexit (Britain Exit) yang menentukan nasib Inggris dalam keanggotaan Uni Eropa sudah resmi dimulai.
 
Jika nanti Inggris akhirnya keluar dari Uni Eropa, keadaan tersebut tak terlalu berpengaruh bagi hubungan Indonesia, Inggris dan Uni Eropa.
 
"Saya kira tidak terlalu berpengaruh, karena kalau memang keluar, berarti nanti Inggris akan mencari peluang-peluang ekonomi sendiri. Hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh Indonesia dan negara-negara lainnya," ujar pengamat hubungan internasional, Dr Paramitaningrum ketika dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (23/6/2016).

Ia juga mengatakan bahwa hubungan Indonesia dan Inggris pada dasarnya sudah lancar dan baik. Tidak ada hambatan yang berarti.
 
Pengamat: Brexit Tak Terlalu Berpengaruh bagi RI-Inggris
PM Inggris, David Cameron saat kunjungi Indonesia pada Juli 2015/AFP
 
"Jika skemanya bilateral, tak akan berpengaruh. Tapi kalau kerja sama antar kawasan, pasti akan ada penyesuaian. Sebelum Uni Eropa besar seperti sekarang dan Inggris ada di dalamnya, hubungan Indonesia dan Inggris sudah baik," lanjutnya lagi.
 
Sekitar 46 juta warga Inggris akan memberikan suaranya. Mereka akan memutuskan untuk "Remain" atau "Leave" dari Uni Eropa. Kampanye-kampanye pun dilakukan sebelum referendum berlangsung.
 
Hingga menjelang tempat pemungutan suara dibuka, poling menunjukkan suara yang sama ketat antara mereka yang memilih keluar dan bergabung dengan UE. 
 
Pengamat: Brexit Tak Terlalu Berpengaruh bagi RI-Inggris
Kertas polling referendum Brexit/BBC
 
Berdasarkan poling yang beredar di Negeri Ratu Elizabeth, 44 persen masih memilih untuk bersama UE. Sementara 43 persen lainnya memilih untuk keluar. Adapun 11 persen masih belum bisa menentukan pilihan mereka. 
 
Di dalam referendum ini, ekonomi menjadi pertimbangan utama. Bagi pendukung "Remain" atau tetap bersama UE, melihat peran Inggris yang tetap kuat dalam percaturan ekonomi dunia. Selain itu, stabilitas ekonomi dunia akan tetap terjaga.
 
Sementara bagi "Leave", terutama bagi mantan Wali Kota Boris Jonhson sebagai pendukung utama, keluar dari UE bisa mendorong Inggris lebih mandiri dan mengembalikan kekuasaan dari Brussels (markas UE) ke London. 
 
Komisi Pemilihan mengatakan pemungutan suara Brexit pun akan ditutup pada pukul 22.00 malam waktu setempat dan hasil akhir akan diperoleh pada Jumat 24 Juni pagi waktu setempat.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan