Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

WNI Didakwa Biayai Teroris, KBRI Singapura Beri Pendampingan

Internasional isis indonesia-singapura perlindungan wni
Marcheilla Ariesta • 25 Oktober 2019 16:16
Jakarta: Tiga warga negara Indonesia (WNI) didakwa membiayai terorisme di Singapura. Meski demikian, proses persidangan ketiga perempuan tersebut masih berlangsung.
 
"Dakwaan itu tuntutan dari jaksa. Nanti akan dibuktikan benar tidaknya di pengadilan," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha kepada Medcom.id, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Judha mengatakan, tiga WNI ini telah mendapatkan pendampingan dari Kedutaan Besar RI di Singapura. Pendampingan hukum dan akses kekonsuleran diberikan agar mereka diperlakukan adil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan mendapatkan hak-haknya selama proses persidangan," ungkap Judha.
 
Ketiga WNI itu didakwa dengan pendanaan terorisme pada Rabu, 23 Oktober 2019, di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (ISA) Singapura. Perempuan berinisial AA (33), RH (36), dan T (31) ini telah ditahan sejak September lalu.
 
Ketiganya diselidiki Departemen Keamanan Dalam Negeri (ISD) atas dugaan mereka mendukung kelompok teroris Islamic State (ISIS). Mereka juga memiliki kaitan dengan kelompok yang berbasis di Indonesia, Jemaah Anshorut Daulah (JAD), yang berafiliasi dengan ISIS.
 
Setelah penyelidikan oleh Departemen Urusan Komersial Singapura, ketiganya dituduh mengumpulkan dan memberikan uang pada beberapa kesempatan kepada inidividu di Indonesia antara September 2018 hingga Juli 2019.
 
Jika terbukti bersalah, perintah penahanan mereka akan dibatalkan. Mereka kemudian akan menjalani hukuman penjnara yang dijatuhkan pengadilan.
 
"Terorisme dan pendanaannya merupakan ancaman besar bagi keamanan domestik dan internasional, dan tindakan global diperlukan untuk mencabut pendanaan dan material kelompok-kelompok teroris," kata Kementerian Dalam Negeri Singapura dalam sebuah pernyataan.
 
"Singapura adalah bagian dari upaya global ini dan sangat berkomitmen untuk memerangi pendanaan terorisme, terlepas dari apakah uang itu digunakan untuk memfasilitasi tindakan teroris secara lokal atau luar negeri," pungkas mereka.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif