Menlu Retno Marsudi bersama Menteri Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Hasina Safi. Foto: Medcom.id/Glory Natha
Menlu Retno Marsudi bersama Menteri Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Hasina Safi. Foto: Medcom.id/Glory Natha

Peran Perempuan dan Krusialnya untuk Perdamaian Afghanistan

Internasional indonesia-afghanistan menlu retno lp marsudi
Medcom • 29 November 2019 13:55
Jakarta: Indonesia berkomitmen mendukung proses perdamaian di Afghanistan. Untuk itu, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi memaparkan bahwa untuk mencapai perdamaian tersebut maka peran perempuan sangat dibutuhkan.
 
“Bisa kita lihat, di Indonesia partisipasi perempuan sangat aktif, seperti di bidang Politik. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mengangkat seorang perempuan menjadi Presiden di tahun 2001-2004 yaitu Megawati Soekarnoputri,” ujar Retno saat membuka dialog Women of Afganistan: Bridging the Gap and Sharing Experiences yang diadakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat pada Jumat, 29 November 2019.
 
Acara tersebut dihadiri oleh para perempuan dari Afghanistan. Menteri Informasi dan Kebudayaan Afghanistan,Hasina Safi, pun sepakat dengan Menlu Retno, bahwa saat ini Afghanistan juga tidak kekurangan peran perempuan yang berpartisipasi dalam hukum, politik, kedokteran dan berbagai sektor lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Di Afghanistan banyak sekali perempuan yang menjadi pemimpin, perempuan yang berpendidikan tinggi namun beberapa dari mereka masih berjuang dalam hal kualitas dan efektivitas,” ungkap Hasina.
 
Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat menjunkung tinggi demokrasi.
 
“Ya, jika Anda ingin melihat lebih dekat tentang Islam dan demokrasi, Indonesialah tempatnya, seperti contoh Indonesia adalah salah satu negara yang tidak mendiskriminasikan perempuan dalam hal gaji. Namun masih banyak negara lain yang menerapkan sistem ini,” papar Retno.
 
Untuk itu, pertanyaannya adalah bagaimana meyakinkan perempuan agar mereka sadar bahwa dirinya memiliki potensi dan kelayakan untuk menghadapi dunia (women empowerment). Ada empat elemen penting bagi Menlu Retno yang mampu mendukung Women’s Empowerment tersebut.
 
“Yang pertama adalah pendidikan, pendidikan sangat penting. Pendidikan itu bermula dari rumah, dari sinilah peran perempuan sangat penting,” ungkap Retno.
 
Selain elemen pendidikan, elemen dukungan dari keluarga (suami dan anak),elemen dukungan dari komunitas sangat penting.
 
“Untuk saya, dukungan dari komunitas adalah kunci dalam mendorong Women’s Empowerment setiap perempuan,” tambah Retno.
 
Selain ketig elemen tersebut juga dibutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah melalui tindakan konkret.Menurut mantan Dubes RI untuk Belanda itu, tanpa kebijakan dari pemerintah, akan menjadi sulit untuk mencapai Women’s Empowerment tersebut.
 
Berkaitan dengan perempuan-perempuan Afghanistan, Retno menyampaikan bahwa Indonesia ada untuk mereka.
 
“Indonesia ingin berkontribusi, bersama-sama belajar tentang masalah-masalah yang dihadapi saudari-saudari kami dari Afghanistan. Kami di sini ada untuk kalian, kami mendengar kalian,” ungkap Menlu Retno.
 
Menlu perempuan pertama Indonesia itu juga berharap bahwa diskusi tersebut tidak berhenti sampai hari ini, Ia berencana akan mengunjungi Afganistan untuk menindaklanjuti hasil diskusi.
 
“Kita membutuhkan langkah-langkah konkret seperti follow-up karena Indonesia mendukung sepenuhnya. Nanti saya akan planning berkunjung ke Afganistan,” ujar Retno.
 
Di akhir kata, Retno menyebutkan bahwa tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian. (Glory Natha)
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif