Indonesia Harus Awasi Dasar Laut Demi Jaga Kedaulatan
Pakar hukum laut internasional Hasjim Djalal jelaskan kepentingan Indonesia dalam Indo-Pasifik. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Jakarta: Ahli hukum laut internasional Hasjim Djalal menuturkan dia curiga ada pihak asing yang menaruh sejumlah perangkat di dasar laut Indonesia. Kecurigaan tersebut muncul karena makin banyak ikan paus yang tersesat di perairan Indonesia.

"Saya curiga, tapi tidak punya bukti. Saya curiga kalau di dasar laut sudah ditaruh underwater device (alat bawah laut) untuk mengontrol kapal-kapal asing yang lewat," katanya dalam acara Focus Discussion Group Delimitasi Batas Maritim, di Jakarta, Rabu 28 November 2018.

Hasjim menuturkan dia selalu bertanya-tanya mengenai apa yang membuat ikan paus selalu tersesat lewat perairan Indonesia sekarang. Menurutnya, selama berabad-abad, ikan paus melewati Laut Sawu jika ingin ke utara dari selatan. 


Namun, mamalia terbesar di dunia itu bisa temui di perairan Painan, bahkan Aceh. Menurut mantan Duta Besar RI untuk Jerman itu, Indonesia harus mulai mengontrol tak hanya di atas perairan, namun juga di bawah perairan. Bagi dia, harus ada yang mengawasi.

"Nah, siapa yang menaruh alat itu, karena Indonesia tidak mengontrol, kadang tidak tahu kalau ada kapal selam asing lewat," tuturnya.

Hasjim berharap visi kemaritiman Indonesia yang sudah ada, harus semakin baik. Menurut Hasjim, visi kemaritiman dengan memasukan konsep Indo-Pasifik sangat baik.

"Mampu memanfaatkan dasar laut, mampu memeliharnya. Bukan hanya dasar laut kita saja, tapi juga dasar laut Samudera Pasifik dan Hindia itu," pungkas mantan Dubes RI untuk PBB tersebut.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id