Tewaskan 14 Orang, Topan Mangkhut Bergerak ke Tiongkok
Petugas berusaha menyingkirkan pohon yang tumbang akibat Badai Mangkhut di Baggao, Filipina, 15 September 2018. (Foto: AFP/Getty/Ted Ajibe)
Luzon: Sekitar 14 orang tewas akibat Badai Mangkhut yang menghancurkan sebagian wilayah Filipina utara.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Minggu 16 September 2018 dini hari waktu setempat, penasihat presiden Francis Tolentino mengatakan Mangkhut mengobrak-abrik pulau utama Luzon dan sekarang bergerak ke barat menuju Tiongkok.

Mangkhut menerbangkan banyak atap rumah, menumbangkan pepohonan, memicu 42 tanah longsor dan menimbulkan banjir di sejumlah wilayah.


Kecepatan angin yang dibawa Mangkhut mencapai 185 kilometer per jam. Lima juta orang di Luzon berada dalam rute pergerakan badai tersebut.

Hampir semua bangunan di kota Tuguegarao -- ibu kota dari provinsi Cagayan -- rusak ringan hingga parah.

Baca: Badai Terkuat Tahun Ini, Topan Mangkhut Hantam Filipina

Dua petugas tewas saat berusaha menolong warga yang terjebak dalam sebuah tanah longsor. Beberapa laporan yang belum dapat terverifikasi menyebut jasad seorang perempuan muda ditemukan di Sungai Marikina.

Wali Kota Baguio City mengatakan lima orang tewas di sungai tersebut. Media CNN melaporkan sejumlah orang di Filipina dilaporkan hilang di tengah Mangkhut, dan sistem drainase di Luzon tak kuat menampung banjir.

Pusat evakuasi di kota Aparri dilaporkan telah rusak terkena badai, dan jaringan komunikasi di sana terputus.

Topan ini kembali memunculkan kenangan buruk warga Filipina atas Super Topan Haiyan pada 2013. Topan terburuk itu menewaskan lebih dari 7.000 orang.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id