Lepasnya ratusan ular termasuk kobra ini membuat kepanikan di masyarakat. Apalagi diketahui salah seorang warga lokal menjadi korban gigitan ular.
"Kejadian (ratusan ular lepas) itu terjadi pada pagi hari tanggal 6 Juli. Menurut perkiraan awal kami, sekitar 800 hingga 900 ular melarikan diri setelah lahan pertanian hanyut terendam banjir. Sejauh ini, satu warga desa telah digigit ular dan sedang menerima perawatan darurat di rumah sakit," kata Wu Zhi, kepala komite desa Dengwei di kota Yunbiao, Hengzhou seperti dilansir dari Red Star Rabu, 8 Juni 2026.
Video ular berkeliaran di tengah banjir ini viral di media sosial. Dalam video viral tersebut nampak sejumlah ular bersembunyi di sapu milik warga.
Situasi yang bisa memicu bahaya ini langsung direspons oleh pejabata setempat. Pejabat setempat Wu Zhi mengatakan bahwa sebagian besar ular tersebut tidak berbisa dan sebuah tim beranggotakan 10 orang telah diterjunkan untuk menangkap ular yang melarikan diri dengan menggunakan jaring ikan dan senjata setrum.
❗️900 SNAKES ESCAPE serpentarium following flood in Hengzhou, China
— RT (@RT_com) July 7, 2026
Most of them are non-venomous, but it is reported that one person is already hospitalized after snake's bite pic.twitter.com/6Eh786rCsx
Zhi juga mengingatkan agar warga tidak mencoba menangkap ular dengan tangan kosong jika mereka menemukannya bersembunyi di rumah mereka.
Topan Maysak menyebabkan banjir meluas di wilayah otonomi Guangxi Zhuang di Tiongkok Selatan. Akibatnya waduk jebol dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi dari rumah mereka.
Rekaman yang diambil di Hezhou menunjukkan air banjir berwarna cokelat merendam jalan dan ruang hijau kota, bangunan hingga kendaraan. Sementara petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat bergerak melalui daerah yang terkena dampak dengan kendaraan dan peralatan darurat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda