Warga berkumpul di dekat lokasi ledakan bom bunuh diri di Lahore, Pakistan, 28 Maret 2016. (Foto: AFP/ARIF ALI)
Warga berkumpul di dekat lokasi ledakan bom bunuh diri di Lahore, Pakistan, 28 Maret 2016. (Foto: AFP/ARIF ALI)

WNI di Pakistan Diimbau Waspada dan Jauhi Keramaian

28 Maret 2016 14:31
medcom.id, Jakarta: Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan teror pada saat perayaan paskah di Kota Lahore, Pakistan, tanggal 27 Maret 2016, yang terjadi pukul 20.00 waktu setempat atau 22.00 WIB. 
 
Kecaman keras juga telah dilontarkan Presiden Joko Widodo melalui akun Twitter
 
Berdasarkan rilis Kemenlu per Senin (28/3/2016), Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan informasi mengenai ada tidaknya WNI yang turut menjadi korban. 

KBRI Islamabad meminta WNI di Pakistan, khususnya di kota Lahore, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta menghindari pusat-pusat keramaian yang rawan menjadi sasaran serangan. 
 
Ledakan bom yang terjadi di lapangan parkir di kota Lahore ini dilaporkan telah menewaskan setidaknya 65 orang dan ratusan lainnya luka-luka, termasuk wanita dan anak-anak.
 
Hingga saat ini, jumlah WNI yang berada di Pakistan berjumlah 920 orang, yakni 752 di Islamabad dan 168 di Karachi. 
 
Indonesia kembali menegaskan bahwa aksi terorisme atau kekerasan dalam bentuk dan manifestasi apapun tidak dapat ditoleransi. Di saat sebagian umat di dunia dan juga di Pakistan merayakan Hari Raya Paskah, tindakan teror yang terjadi kembali menunjukan pentingnya komunitas internasional untuk meningkatkan kerja sama dalam memerangi ekstrimisme dan radikalisme.
 
Bagi warga negara Indonesia yang memerlukan informasi dapat menghubungi hotline KBRI Islamabad di nomor :+92 345 857 1989.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan