Deklarasi dilontarkan setelah pemimpin oposisi dari Partai Buruh Bill Shorten mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada PM Turnbull.
Suara yang masuk masih dihitung, namun koalisi Liberal-National dipastikan meraih cukup kursi untuk menjalankan pemerintahan Negeri Kanguru.
Kemenangan tipis dan banyaknya suara yang beralih dari koalisi ke oposisi menyisakan keraguan mengenai agenda serta kepemimpinan PM Turnbull. Koalisi masih belum mampu meraih 76 kursi yang dibutuhkan untuk mengklaim suara mayoritas di House of Representatative atau setara DPR di Indonesia.
Namun koalisi diperkirakan meraih setidaknya 74 kursi, dan juga dukungan dari tiga politikus independen dan dari partai minoritas - Cathy McGowan, Andrew Wilkie dan Bob Katter -- untuk menjamin pasokan dana serta rasa percaya diri di pemerintahan. Sementara Partai Buruh saat ini memiliki 66 kursi.
"Kita telah menjalani pemilu yang sukses. Kita telah mengamankan jumlah kursi terbesar di parlemen," tutur Turnbull dalam konferensi pers di Canberra, seperti dikutip BBC, Minggu (10/7/2016).
Turnbull mengakui pemilu ini adalah sebuah "proses yang sulit," namun dirinya menyambut baik seruan Shorten untuk bekerja bersama-sama di parlemen.
Berbicara sebelum Turnbull, Shorten mengakui kekalahan. "Sudah jelas Turnbull dan koalisinya akan membentuk sebuah pemerintahan," ujar dia.
"Jadi, saya sudah berbicara dengan Turnbull untuk mengucapkan selamat kepadanya dan juga kepada (istrinya) Lucy serta berharap yang terbaik bagi mereka," sambung dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News