Direktur Eksekutif TAEF Alan Hoa Yang (kiri) berbicara dalam program Indo-Pasific Media Trip, di Taipei, Taiwan, awal November 2019. (Foto: TAEF)
Direktur Eksekutif TAEF Alan Hoa Yang (kiri) berbicara dalam program Indo-Pasific Media Trip, di Taipei, Taiwan, awal November 2019. (Foto: TAEF)

Taiwan Gencar Promosikan Kebijakan Baru ke Arah Selatan

Internasional taiwan indonesia-taiwan
Misbahol Munir • 19 November 2019 14:00
Taipei: Pemerintah Taiwan gencar menjalin komunikasi dengan sejumlah negara untuk terus menerus menyosialisasikan penerapan kebijakan baru yang disebut sebagai Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy).
 
Kebijakan itu diinisiasi Presiden Tsai Ing-wen pada 2016 dengan menjadikan 18 negara di wilayah Asia Tenggara dan Australia-Selandia Baru sebagai rekanan kerja sama. Tujuan kebijakan itu adalah melakukan konsolidasi dan menguatkan hubungan substantif dengan negara tetangga, termasuk Indonesia yang menjadi prioritas Taiwan.
 
Di bawah Kebijakan Baru ke Arah Selatan, Taiwan dan Indonesia sudah menandatangani 12 kesepakatan kerja sama dalam dua tahun terakhir. Meliputi sektor tradisional, perdagangan, investasi, pendidikan, ketenagakerjaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pertanian. Bahkan, peluang kerja sama dalam sektor lain pun tengah dijajaki, seperti penanggulangan dan daur ulang limbah plastik di laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taiwan-Asia Exchange Foundation (TAEF), sebuah lembaga think tank kebijakan swasta pertama Taiwan yang berfokus pada ASEAN dan Asia Selatan, menjelaskan bahwa Kebijakan Baru Arah Selatan tidak melulu soal kerja sama bidang ekonomi.
 
"Kami memberi atensi pada Asia. Membangun kerja sama yang saling menguntungkan, tidak hanya di bidang ekonomi. Tapi banyak sektor seperti manajemen kebencanaan, teknologi pintar, kesehatan masyarakat dan sektor lainnya," ungkap Direktur Eksekutif TAEF Alan Hoa Yang kepada sejumlah jurnalis Indo-Pasific Media Trip, di Taipei, Taiwan, awal November 2019.
 
Kata Alan, meski lembaganya baru berusia dua tahun, pihaknya yakin bisa membangun kerja sama dengan negara-negara di Asia.
 
"Dalam tiga tahun terakhir di bawah perencanaan Kebijakan Baru ke Arah Selatan, Taiwan telah mempromosikan kemitraan regional dan kemakmuran dari aspek pendidikan bakat, kerja sama pertanian, pelatihan medis, pertukaran teknologi, dan pengembangan ekonomi dan perdagangan," kata dia.
 
Alan juga meyakini, kerja sama yang ditawarkan Taiwan akan lebih bisa diterima dibandingkan kemitraan yang disodorkan Tiongkok. Sebab kemitraan yang dibangun tidak berdasarkan paksaan.
 
"Negara-negara selatan yang baru selalu menjadi teman Taiwan. Kami tidak akan memaksa teman-teman kami untuk memilih stasiun sampingan di bawah tekanan Tiongkok. Sebaliknya, kami berharap untuk terus memperdalam kerja sama substantif," imbuhnya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif