NEWSTICKER
Petugas berusaha mengevakuasi korban dari lokasi jatuhnya sebuah pesawat di dekat kota Almaty, Kazakhstan, 27 Desember 2019. (Foto: AFP/HO/Kazakhstan emergencies committee)
Petugas berusaha mengevakuasi korban dari lokasi jatuhnya sebuah pesawat di dekat kota Almaty, Kazakhstan, 27 Desember 2019. (Foto: AFP/HO/Kazakhstan emergencies committee)

Seorang Bayi Ditarik dari Puing Pesawat Kazakhstan

Internasional kecelakaan pesawat Kazakhstan
Willy Haryono • 28 Desember 2019 09:01
Almaty: Seorang bayi berhasil ditarik dari puing pesawat yang jatuh menimpa sebuah bangunan di Kazakhstan. Kecelakaan fatal pada Jumat 27 Desember tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang.
 
Dikutip dari The Independent, Sabtu 28 Desember 2019, belum diketahui pasti apakah bayi tersebut masih hidup. Namun sedikitnya 54 korban telah dilarikan ke rumah sakit, dan beberapa dari mereka berada dalam kondisi kritis.
 
Bek Air Fokker 100 mengangkut 93 penumpang dan lima kru. Pesawat itu jatuh tak lama usai lepas landas pada pukul 07.22 waktu setempat di dekat kota Almaty.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah foto di media memperlihatkan bagian badan pesawat yang menghantam sebuah rumah. Sementara bagian samping dan sayap berada di sebuah lapangan di samping bandara.
 
Juru bicara Bandara Internasional Almaty mengatakan pesawat tersebut telah menghantam sebuah pagar beton di ujung landasan pacu dan kemudian menabrak sebuah bangunan yang diyakini sebagai rumah warga.
 
Ekor pesawat juga telah menghantam landasan pacu, sedikitnya dua kali saat proses lepas landas. Wakil Perdana Menteri Kazakhstan Roman Skylar menyebut kerusakan di bagian ekor memperlihatkan bahwa pesawat itu sempat mengalami kesulitan saat hendak lepas landas.
 
Seorang korban selamat mengatakan bahwa pesawat mulai bergetar, sekitar dua menit usai meninggalkan landasan pacu.
 
"Awalnya, bagian sayap kiri bergetar begitu kencang, kemudian dilanjutkan bagian kanan. Pesawat mulai naik dan bergetar hebat, dan kemudian jatuh," kata pebisnis Aslan Nazaraliyev kepada Sky News.
 
Beberapa pejabat setempat mengatakan, pesawat tersebut sempat menjalani proses pembersihan es sebelum digunakan. Namun Nazaraliyev mengatakan dua sayap pesawat tertutup es, karena penumpang yang menggunakan pintu keluar darurat melalui area tersebut, tergelincir dan jatuh.
 
Otoritas setempat awalnya menetapkan jumlah korban tewas di angka 15 orang, namun Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan merevisinya menjadi 12. Hingga saat ini penyebab pasti jatuhnya pesawat belum diumumkan.
 
Presiden Kazakhstan Kassym-Zhomart Tokayev mendeklarasikan hari berkabung nasional atas kecelakaan ini. Pemerintah Kazakhstan berjanji akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban tewas sebesar USD10 ribu (Rp140 juta).
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif