Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).
Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).

Pelaku Penembakan Selandia Baru Batal Pindah Lokasi Sidang

Internasional Penembakan Selandia Baru
Medcom • 03 Oktober 2019 11:59
Wellington: Pelaku penembakan di dua masjid Selandia Baru, membatalkan upaya pemindahan tempat sidang. Keterangan itu dipastikan oleh hakim yang memimpin persidangan pra peradilan, Kamis 3 Oktober 2019
 
Brenton Tarrant sebelumnya berupaya untuk menggeser tempat persidangan ke Auckland dari Christchurch. Tetapi hakin Cameron Mander mengumumkan di awal persidangan bahwa pembelaan telah memutuskan untuk memberikan izin rencana pemindahan itu.
 
Permintaan ini semula diajukan pada Agustus lalu. Tidak ada alasan yang diberikan untuk keputusan penolakan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Warga Australia berusia 28 tahun itu mengaku tidak bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan terlibat dalam aksi teroris. Pengadilannya akan dimulai pada 2 Juni tahun depan di Christchurch.
 
Saat ini Tarrant dipenjara di tahanan maksimum di Paremoremo, Auckland. Ini adalah satu-satunya penjara dengan keamanan maksimum di Selandia Baru.
 
Tarrant, seorang supremasi kulit putih yang mengaku diri sendiri, muncul pada sidang Kamis melalui tautan audio-visual dari penjara. Dia adalah otak serangan dari dua masjid di Christchurch yakni al-Noor dan Linwood pada Maret 2018.
 
Keluarga dan teman-teman para korban memenuhi ruang sidang untuk sidang terakhir dan beberapa menit sebelum dimulai, mereka diberitahu untuk mengharapkan perkembangan.
 
Tarrant, yang mengenakan seragam penjara dan ditampilkan di layar lebar di ruang sidang, berusaha menarik perhatian pengadilan selama sidang 10 menit, menyeringai dan mengedipkan mata.
 
Wasseim al Sati, yang ditembak dengan putrinya yang berusia empat tahun dalam serangan itu, adalah salah satu dari banyak orang yang berada di dalam ruang pengadilan. Dia mengatakan banyak anggota masyarakat senang persidangan akan diadakan di Christchurch.
 
"Kalau tidak, saya akan berakhir bepergian setiap waktu pengadilan, itu akan menjadi biaya tambahan," kata Sati, seperti dikutip ABC Australia, Kamis, 3 Oktober 2019.
 
Penembakan Christchurch telah digambarkan oleh polisi Selandia Baru sebagai serangan oleh teroris tunggal. Tetapi analis mengatakan motivasi di balik serangan tersebut tidak sepenuhnya terisolasi secara ideologis.
 
Ketika persidangan selesai, Tarrant mulai mengomel dan berteriak ke mikrofon. Di luar pengadilan, pengacara Tarrant, Shane Tait, menolak menjawab pertanyaan mengapa kliennya memutuskan untuk mencabut aplikasi.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif