Dua warga mengenakan masker di tengah polusi udara berbahaya di New Delhi, India, Minggu 3 November 2019. (Foto: AFP/SAJJAD HUSSAIN)
Dua warga mengenakan masker di tengah polusi udara berbahaya di New Delhi, India, Minggu 3 November 2019. (Foto: AFP/SAJJAD HUSSAIN)

Polusi Udara India Berbahaya, Warga Diimbau Kenakan Masker

Internasional india polusi udara
Willy Haryono • 04 November 2019 07:37
New Delhi: Polusi udara di India, termasuk New Delhi, telah mencapai "level mengkhawatirkan." Demikian disampaikan Kepala Menteri New Delhi Arvid Kejriwal seiring memburuknya kualitas udara di ibu kota India.
 
Pada Minggu 3 November 2019, kualitas udara di banyak area di New Delhi masuk kategori "berbahaya" yang berpotensi memicu beragam penyakit pernapasan. Otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan.
 
Kejriwal meminta pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan dan juga mengambil sejumlah langkah yang diperlukan demi mengatasi masalah polusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari BBC, sejumlah sekolah di New Delhi ditutup dan lebih dari 30 jadwal penerbangan dialihkan. Sejumlah pekerjaan konstruksi di ibu kota juga dihentikan sementara demi menjaga kesehatan para pekerja.
 
Menteri Kesehatan Delhi Satyendar Jain mengimbau warga ibu kota untuk "menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, terutama di pagi dan malam hari."
 
Warga juga diimbau memakai masker, menghindari area dengan tingkat polusi tinggi serta selalu menutup pintu dan jendela rumah masing-masing.
 
Level partikel berbahaya -- dikenal sebagai PM2,5 -- di udara New Delhi saat ini jauh lebih tinggi dari rekomendasi aman. Bahkan, angkanya di NeW Delhi saat ini tujuh kali lebih tinggi dari Beijing, Tiongkok.
 
Seorang pejabat Kemenkes India mengatakan bahwa sistem pengawasan polusi udara di New Delhi kurang memadai sehingga tidak dapat menunjukkan data akurat. Menurutnya, kondisi semacam ini adalah sebuah "bencana."
 
Jumat 1 November lalu, lima juta masker dibagikan ke sejumlah sekolah di New Delhi. Kejriwal sempat menyebut New Delhi telah berubah seperti sebuah "ruangan gas."
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa sepertiga dari total kasus stroke, kanker paru-paru dan penyakit jantung diakibatkan polusi udara. "Polusi udara efeknya setara dengan merokok tembakau," tulis WHO di situs resminya.
 
Penyebab utama polusi udara di India tahun ini adalah banyaknya petani di beberapa negara bagian yang membakar jerami dan benda lainnya untuk membersihkan ladang mereka.
 
Pembakaran menciptakan sejumlah gas berbahaya, yakni karbon dioksida, nitrogen dioksida dan sulfur dioksida. Hal ini diperburuk banyaknya kembang api yang dinyalakan sepanjang festival Diwali di India pekan lalu.
 
Gas buang kendaraan bermotor dan juga emisi konstruksi serta industri juga berkontribusi terhadap tingginya level polusi udara di India.
 
Warga India berharap hujan yang diperkirakan turun pekan mendatang dapat menghapus berbagai polutan berbahaya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif