Pesawat "Zero" yang telah diperbaiki melakukan penerbangan singkat dari dan menuju pangkalan udara di wilayah selatan Jepang. Mantan pilot Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Skip Holm menerbangkan pesawat tersebut.
Zero dianggap sebagai pesawat tempur paling canggih pada PD II, yang kemampuannya menyaingi Spitfire dari Inggris. Jangkauan terbang yang cukup jauh membuat Zero memainkan peranan penting dalam serangan di Pelabuhan Pearl Harbor pada 1941. Hanya sedikit unit Zerp yang masih bisa digunakan saat ini.
Meski beberapa Zero pernah diterbangkan di Jepang dalam beberapa kesempatan, ini adalah kali pertamanya Model 22 dari pesawat A6M buatan Mitsubishi mengudara di era modern.
Pesawat Zero model 22 pernah ditemukan di Papua Nugini pada era 70-an. Pesawat itu dimiliki seorang warga AS. Pebisnis asal Jepang Masahiro Ishizuka membelinya dan membawanya ke Jepang akhir September lalu.
"Saya ingin warga Jepang, terutama kaum muda, untuk mengetahui mengenai Zero," ungkap Ishizuka, seperti dilansir Associated Press. "Saya juga hanya ingin orang-orang tahu bagaimana Jepang telah mengembangkan tekonologinya."
Jepang melihat Zero sebagai simbol kemajuan teknologi negara dan pengingat sejarah perang. Dalam fase akhir PD II, Zero digunakan untuk serangan kamikaze atau serangan bunuh diri.
Pilot kamikaze lepas landas dari pangkalan udara yang sama dengan penerbangan Zero terbaru, yakni dari Pangkalan Udara Kanoya di pulau Kyushu.
Di bawah kepemilikan sebelumnya, Zero digunakan dalam film Hollywood "Pearl Harbor" dan di beberapa acara di Negeri Paman Sam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News