NEWSTICKER
Sammy Morales (kiri) tiba di sebuah pengadilan di Guatemala City, Guatemala, 18 Januari 2017. (Foto: Reuters)
Sammy Morales (kiri) tiba di sebuah pengadilan di Guatemala City, Guatemala, 18 Januari 2017. (Foto: Reuters)

Kakak dan Anak Presiden Guatemala Ditahan atas Dugaan Korupsi

Internasional politik guatemala
Willy Haryono • 19 Januari 2017 13:59
medcom.id, Guatemala City: Otoritas Guatemala menangkap saudara dan putra presiden negara itu atas dugaan keterlibatan kasus korupsi, Rabu 18 Januari.
 
Jimmy Morales, yang menyapu kemenangan dengan kampanye anti-korupsi, terpilih sebagai presiden pada 2015. Ia berjanji membersihkan carut-marut politik Guatemala, di mana gelombang kemarahan publik telah meningkat atas skandal korupsi yang menyebabkan penangkapan dan pengadilan pendahulunya, Jenderal purnawirawan Otto Perez.
 
Dugaan korupsi dalam keluarga Morales merupakan pukulan besar bagi kredibilitas presiden yang mantan komedian ini. Negaranya sudah bergolak oleh konflik bersenjata dan korupsi politik selama bertahun-tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


September lalu, hakim mencekal Samuel "Sammy" Morales, kakak sekaligus penasihat dekat presiden, dan Jose Manuel Morales, salah satu dari empat anaknya, dalam meninggalkan negara itu. Keduanya diduga terlibat pembayaran mencurigakan terkait ibu mantan pacar Jose Manuel pada 2013.
 
Pada Rabu, Jaksa Agung Guatemala Thelma Aldana berkata, Sammy Morales telah ditangkap, dan Jose Manuel menyerahkan diri.
 
Aldana meminta agar dua orang itu ditahan sambil menunggu sidang untuk penipuan dan, dalam kasus Sammy Morales, pencucian uang. Tuduhan pencucian uang kemudian dihentikan.
 
Delapan orang, termasuk pejabat dari badan properti nasional, juga ditahan.
 
Aldana mengatakan sejauh ini telah ditentukan baik Sammy Morales maupun Jose Manuel Morales menghasilkan uang dari skema, yang disebutnya "tagihan terlarang."
 
"Dukungan untuk keluarga saya 100 persen. Saya menghormati hukum, sebagai warga negara dan presiden, juga 100 persen, seperti yang selalu saya lakukan," kata Presiden Morales kepada wartawan setelah meresmikan sekolah di luar ibukota seperti dikutip Reuters, Kamis (19/1/2017).
 
Aldana menyebut presiden "tidak ikut campur sama sekali" selama penyelidikan saudaranya dan anaknya, yang belajar di Amerika Serikat dan kembali ke Guatemala demi menjawab pertanyaan dalam kasus tersebut.
 
Setelah penangkapannya, Sammy Morales mengatakan kepada wartawan, ia bersedia memenuhi panggilan. "Ini tidak memengaruhi saya karena menunjukkan tidak ada yang kebal hukum," katanya.
 
Keranjang Natal
 
Dugaan korupsi muncul ketika ibu mantan pacar Jose Manuel setuju memasok keranjang Natal bagi para pejabat di badan properti nasional. Para pejabat tersebut sedang diselidiki atas dugaan korupsi, menurut kesaksian yang diberikan selama sidang umum tentang badan tersebut.
 
Badan properti nasional Guatemala mencatat kepemilikan tanah dan properti di seluruh negeri.
 
Wanita itu mengirim sebuah tagihan sebesar 90.000 Quetzal (USD11.936) yang dibuat atas nama restoran lokal untuk 564 paket sarapan, bukan keranjang Natal, menurut Jaksa Agung.
 
Paket sarapan tersebut tidak disampaikan, menurut pernyataan yang diberikan oleh seorang saksi selama sidang umum.
 
Sammy Morales, kakak presiden, berkata, pada saat itu dirinya telah membantu mendapatkan tagihan dari restoran sebagai "sebuah kebaikan" untuk keponakannya, tapi membantah itu penipuan.
 
Tidak jelas apa yang terjadi pada keranjang Natal atau mengapa mantan calon mertua itu mengajukan tagihan melalui sebuah restoran.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif