Warga Hindu Rakhine yang selamat dari pembantaian ARSA. (Foto: Andrew Stanbridge/Amnesty International)
Warga Hindu Rakhine yang selamat dari pembantaian ARSA. (Foto: Andrew Stanbridge/Amnesty International)

Amnesty Internasional Sebut ARSA Bantai Warga Hindu Rakhine

Internasional konflik myanmar rohingya pengungsi rohingya
Sonya Michaella • 23 Mei 2018 11:21
Rakhine: Amnesty Internasional mengeluarkan bukti baru terkait bentrokan di Rakhine, Myanmar, yang menyebabkan hampir satu juta etnis Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.
 
"Bukti yang dikumpulkan di Rakhine menunjukkan adanya pembantaian mengerikan kelompok bersenjata Rohingya terhadap komunitas Hindu di Rakhine," sebut laporan dari Amnesty yang diterima Medcom.id, Rabu 23 Mei 2018.
 
Setidaknya, 99 warga Hindu Rakhine -- terdiri dari perempuan, laki-laki serta anak-anak -- tewas dan hilang pada Agustus 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan puluhan wawancara yang dilakukan di sana dan di perbatasan di Bangladesh, serta bukti foto yang dianalisis oleh ahli patologi forensik, Amnesty Internasional mengungkapkan bagaimana para militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menebarkan ketakutan di antara umat Hindu dan komunitas etnis lainnya dengan melakukan serangan brutal.
 
"Investigasi terbaru kami di lapangan mengungkapkan pelanggaran HAM oleh ARSA, yang sebagian besar tidak dilaporkan, selama sejarah gelap negara bagian Rakhine belakangan ini," tambah laporan tersebut.
 
Amnesty Internasional pun meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengirim tim untuk menyelidiki lebih dalam kasus pembantaian tersebut.
 
"Kekejaman ini sama pentingnya dengan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar di Rakhine utara," tambah laporan tersebut.
 
ARSA disebut menyerang komunitas Hindu di Desa Ah Nauk Kha Maung Seik, sekelompok desa yang dikenal sebagai Kha Maung Seik di Kota Maungdaw utara. Pada saat serangan, penduduk desa Hindu tinggal di dekat penduduk desa Rohingya, yang mayoritas Muslim. Penduduk desa Rakhine, yang sebagian besar beragama Buddha, juga tinggal di daerah yang sama.
 
Serangan berikutnya terjadi pada 26 Agustus 2017, anggota ARSA membunuh enam orang Hindu — dua wanita, seorang pria, dan tiga anak — dan melukai wanita Hindu lainnya di pinggiran kota Maungdaw, dekat desa Myo Thu Gyi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi