Dubes Arab Saudi Essam bin Abed al-Thaqafi (tengah) dalam kunjungan ke kompleks Media Group, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020. (Foto: Medcom.id/Indra Maulana)
Dubes Arab Saudi Essam bin Abed al-Thaqafi (tengah) dalam kunjungan ke kompleks Media Group, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020. (Foto: Medcom.id/Indra Maulana)

Saudi Antisipasi Ancaman Korona di Musim Haji 2020

Internasional Virus Korona indonesia-arab saudi
Willy Haryono • 13 Februari 2020 09:39
Jakarta: Arab Saudi mengantisipasi berbagai ancaman yang mungkin dapat mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Salah satu ancaman tersebut adalah virus korona Covid-19, yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.
 
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed al-Thaqafi menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan para jamaah haji, termasuk yang berasal dari Indonesia, merupakan prioritas utama.
 
"Kami mulai menerapkan segala aturan untuk melindungi jamaah dari penyakit (virus korona Covid-19). Insyaallah, ibadah haji tahun ini berjalan lancar," ucap Dubes Essam saat mengunjungi kompleks Media Group di Jakarta Barat, Rabu 12 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia merupakan salah satu negara sahabat Saudi yang mendapat jatah kuota haji terbesar. Untuk kuota haji tahun lalu, jumlahnya berkisar 220-230 ribu.
 
"Kuota haji untuk Indonesia adalah yang terbesar, sekitar 240 ribu. Tahun lalu kami naikkan kuotanya 10 ribu," tutur Dubes Essam.
 
Virus korona Covid-19 diyakini berasal dari sebuah pasar hewan liar di Wuhan, ibu kota dari provinsi Hubei. Virus itu kini telah bermunculan di banyak negara.
 
Untuk wilayah Timur Tengah, virus korona Covid-19 dilaporkan muncul di Uni Emirat Arab. Total infeksi korona di negara tersebut hingga Rabu kemarin mencapai delapan kasus.
 
Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat ada tambahan 14.840 kasus korona di Hubei per Kamis ini. Total infeksinya di seantero Tiongkok kini mencapai 48.206.
 
Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkan nama resmi dari virus korona terbaru menjadi Covid-19. Nama diambil dari tiga bagian, yakni "corona," "virus" dan "disease" atau penyakit.
 
Sementara angka 19 diambil dari tahun kemunculan virus, yakni 2019. Pemilihan nama Covid-19 diambil WHO untuk menghindari misinformasi dan juga stigmatisasi terhadap hewan atau negara tertentu.
 
Belajar dari kesalahan di masa lalu, WHO akan menghindari penamaan virus atau penyakit yang berhubungan dengan negara atau kawasan tertentu. Seperti pada 2012, virus korona yang muncul di Timur Tengah dinamakan sebagai Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif