Cho mengunjungi rumah kepala kabin Park Chang-Jin dan satu pramugari, namun keduanya tak ada di rumah. Menurut juru bicara Korean Air pada AFP, Cho menaruh pesan pendek permohonan maaf di pintu rumah keduanya.
Walau meminta maaf, Cho yang sudah mengundurkan diri dari dewan direksi Korean Air, membantah dirinya menyuruh Park dan seorang pramugari untuk berlutut saat insiden terjadi.
"Saya belum mendengar apa-apa mengenai hal ini. Saya tidak tahu apa-apa," tegas dia pada sejumlah awak media atas klaim Park di saluran televisi KBS.
Seorang penumpang yang juga duduk di pesawat tersebut mengonfirmasi Park dan seorang pramugari berlutut di hadapan Cho. "Saya merasa kasihan pada mereka, yang kelihatan benar-benar takut padanya (Cho)," aku sang penumpang pada KBS, Sabtu kemarin.
CEO Korean Air Cho Yang-Ho telah meminta maaf atas kelakuan putrinya dalam sebuah konferensi pers. "Saya gagal mendidik anak dengan baik. Ini salah saya," tutur dia, yang menyarankan dirinya juga perlu disalahkan.
Insiden memalukan itu, yang disebut "nutgate" di sosial media, membuat jadwal terbang di New York tertunda 20 menit. Pesawat itu akhirnya tiba di Seoul 11 menit lebih lama dari jadwal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News