Dir PWNI Kemlu Muhammad Iqbal dan Jubir Kemlu RI (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)
Dir PWNI Kemlu Muhammad Iqbal dan Jubir Kemlu RI (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Raja Arab Saudi dalam Tekanan Terkait Eksekusi Karni

Fajar Nugraha • 16 April 2015 21:46
medcom.id, Jakarta: Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh warga negara Indonesia (WNI) terhadap anak dari majikannya, mendapat perhatian besar. Tekanan agar Karni segera dieksekusi pun sangat besar.
 
Proses eksekusi mati terhadap Karni, berlangsung selang hanya sehari eksekusi terhadap Siti Zaenab pada Selasa (14/4/2015).
 
"Menurut perhatian untuk kasus Karni lebih besar. tingkat kekejamannya lebih tinggi Karni. yang dibunuh anak kecil yang sedang tidur," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Lalu Muhammad Iqbal, di kantor Kemlu di Jakarta, Kamis (16/4/2015).

"Dalam persidangan Karni mengaku hubungan dengan majikannya sangat baik, meski majikan yang perempuan cerewat. Pembunuhan ini dilakukan saat kontrak kerja kedua," lanjutnya .
 
Vonis hukuman untuk karni sudah diputuskan 2013 dan dieksekusi 2015. Selama rentang waktu menunggu eksekusi mati mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Jokowi, sudah mengirim surat. ini berarti surat ada  pengaruh, tetapi sepertinya ada batas.
 
Iqbal menambahkan, untuk kasus Karni, Raja Arab menghadapi tekanan dari rakyat yang mempertanyakan mengapa ditunda. Ketika Siti Zaenab dieksekusi, pihak Kemlu berfirasat bahwa tidak lama lagi Karni akan dieksekusi.
 
Apa yang dilakukan Karni membuat marah keluarga korban, karena hubungan sangat baik. Seluruh keluarga dari korban pun sepakat untuk memberikan maaf kepada Karni.
 
Berdasarkan hukum di Arab Saudi, pengampunan kasus pembunuhan hanya bisa diberikan oleh ahli waris dari korban.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan