Pemimpin Korut Kim Jong-un (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). (Foto: AFP).
Pemimpin Korut Kim Jong-un (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). (Foto: AFP).

Korut Kecam Sanksi AS dan Ancam Batalkan Denuklirisasi

Internasional Amerika Serikat-Korea Utara
Marcheilla Ariesta • 17 Desember 2018 08:51
Pyongyang: Korea Utara (Korut) mengutuk keras peningkatan sanksi dan tekanan yang diberikan Amerika Serikat (AS). Mereka memperingatkan sanksi tersebut dapat membahayakan proses denuklirisasi.
 
Tanggapan ini disampaikan menyusul sanksi yang diberikan AS pada tiga pejabat Korea Utara. Salah satu dari pejabat tersebut adalah tangan kanan pemimpin Korut, Kim Jong-un.
 
Sanksi diberikan atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Washington telah memberlakukan sanksi sebanyak delapan kali terhadap perusahaan, individu dan kapal. Tak hanya kepada Korea Utara namun juga ke Rusia, Tiongkok dan tiga negara lainnya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut, disitat dari laman Channel News Asia, Senin 17 Desember 2018.
 
Pyongyang menuding Washington merusak hubungan yang telah terbangun baik setahun terakhir. "Kemenlu AS bertekad membawa hubungan Korut-As kembali ke status tahun lalu yang ditandai dengan 'pertukaran api'," imbuh mereka.
 
Menurut Korut, jika pemerintah AS percaya bahwa sanksi dan tekanan yang meningkatkan akan memaksa Pyongyang meninggalkan senjata nuklirnya, hal ini dinilai salah.
 
"Itu akan kami anggap sebagai salah perhitungan besar. Malahan langkah ini akan memblokir jalan menuju denuklirisasi di Semenanjung Korea selamanya. Hasil itu tidak diinginkan semua orang," ungkap mereka.
 
Pekan lalu AS menyetujui untuk menjatuhkan sanksi kepada tiga pejabat senior pemerintah Korut, termasuk Wakil Ketua Partai Pekerja, Ryong Hae Choe, atas pelanggaran hak asasi manusia.
 
Departemen Keuangan AS menyebut, selain Ryong Hae, dua orang lain yang dijatuhi sanksi adalah Menteri Keamanan Negara Korut, Kyong Thaek Jong dan Direktur Departemen Propaganda dan Agitasi Partai Pekerja Korut, Kwang Ho Pak.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi