Asap dan debu terlihat dari lokasi terjadinya serangan udara di Kabul, Afghanistan, 21 Agustus 2018. (Foto: AFP/WAKIL KOHSAR)
Asap dan debu terlihat dari lokasi terjadinya serangan udara di Kabul, Afghanistan, 21 Agustus 2018. (Foto: AFP/WAKIL KOHSAR)

Serangan Roket Guncang Kabul Jelang Peringatan 9/11

Internasional taliban afghanistan 9/11
Willy Haryono • 11 September 2019 12:13
Kabul: Sebuah roket ditembakkan ke kompleks Kementerian Pertahanan Afghanistan di Kabul, beberapa menit menjelang peringatan 18 tahun peristiwa 9/11, Rabu 11 September 2019.
 
9/11 adalah istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada rangkaian serangan teroris grup Al Qaeda di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Serangan tersebut menewaskan hampir 3.000 orang.
 
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nosrat Rahimi melaporkan bahwa serangan roket tidak menewaskan atau melukai siapapun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Roket mengenai dinding di Kemenhan, tapi tidak ada korban," kata Rahimi, dikutip dari AFP. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.
 
Ini adalah serangan perdana di ibu kota Afghanistan usai Presiden AS Donald Trump memutuskan bahwa negosiasi perjanjian damai dengan kelompok militan Taliban "sudah mati."
 
Taliban merespons keras penarikan sepihak Trump, dan menegaskan hal tersebut harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.
 
Pekan kemarin, Kabul diguncang dua serangan yang diklaim Taliban. Serangan itu menewaskan puluhan orang, termasuk seorang prajurit AS. Trump menyebut pembatalan negosiasi didasarkan atas tewasnya tentara tersebut.
 
Peringatan 9/11 adalah momen sensitif di Afghanistan. AS langsung menginvasi Afghanistan usai terjadinya peristiwa 9/11.
 
Dalam pertempuran yang berlangsung lebih kurang 18 tahun itu, jumlah pasukan AS di Afghanistan meningkat menjadi 100 ribu, dan turun drastis usai pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden dibunuh di Pakistan pada 2011.
 
Sekitar sekitar 14 ribu personel militer AS masih berada di Afghanistan, dan Trump menilai hal tersebut sebagai "sesuatu yang bodoh."
 
Dalam rancangan perjanjian damai dengan Taliban, AS berjanji akan menarik sebagian besar pasukan dari Afghanistan. Sebagai gantinya, Taliban akan memberikan jaminan keamanan di negara tersebut.
 
Namun usai pembatalan negosiasi damai oleh Trump, belum diketahui apakah AS dan Taliban akan melanjutkan dialog.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif