Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu ti. (Foto: MI/Adam Dwi)
Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu ti. (Foto: MI/Adam Dwi)

Muhammadiyah Masuk 10 Besar Nominasi Nobel Perdamaian

Internasional nobel muhammadiyah
Willy Haryono • 15 Oktober 2019 20:17
Jakarta: Muhammadiyah berhasil masuk jajaran 10 besar daftar nominasi Nobel Perdamaian kategori organisasi. Bersama Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah telah diusulkan untuk menjadi nominasi Nobel Perdamaian dalam seminar antaragama yang digelar di Oslo, Norwegia, Juni lalu.
 
Hingga saat ini, peraih penghargaan Nobel Perdamaian kategori organisasi belum diumumkan. Sementara untuk kategori individu, Nobel Perdamaian diraih Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed.
 
"Kalau Muhammadiyah atau NU belum berhasil (meraih Nobel), saya kira jangan dipandang sebagai kegagalan. Sudah dinominasikan, lolos verifikasi dan masuk 10 besar saja sudah merupakan suatu keberhasilan," ujar Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada awak media di kantor Muhammadiyah di Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Abdul menuturkan bahwa sejak awal Muhammadiyah tidak pernah memasang target yang terlalu tinggi mengenai Nobel Perdamaian. Oleh karena itu, menang atau tidak bukan perkara penting bagi Muhammadiyah.
 
Dalam waktu dekat ini, ungkap Abdul, tim pengusul Muhammadiyah dan juga NU akan kembali bertemu untuk memperbaiki hal-hal terkait nominasi Nobel.
 
Belum keluarnya pengumuman pemenang dinilai Abdul sebagai hal biasa, karena klasifikasi penilaiannya lebih kompleks dari kategori individu.
 
"Kategori individu dan lembaga itu berbeda, penilaiannya pun berbeda. Jangan disamakan Nobel yang diusulkan untuk Muhammadiyah dan NU ini dengan Nobel yang diterima PM Ethiopia," pungkas Abdul.
 
Sebelumnya, tokoh Katolik Indonesia Romo Franz Magnis-Suseno turut mendukung Muhammadiyah dan NU untuk meraih Nobel Perdamaian.
 
"NU dan Muhammadiyah merekatkan bangsa Indonesia yang sangat majemuk, bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Kiprah NU dan Muhamadiyah tersebut tak hanya dirasakan oleh mayoritas kelompok muslim, tapi juga oleh minoritas non-muslim," kata Romo Magnis dalam keterangan tertulis KBRI Oslo.
 
Mantan Rekor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra juga menyuarakan dukungan serupa.
 
"Organisasi Muslim, termasuk NU dan Muhammadiyah sangat berpengaruh dalam memainkan proses mediasi dan menjembatani seluruh lapisan masyarakat dengan pemerintah, dan menjadi aktor penting dalam menciptakan dan menjaga perdamaian," tuturnya.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif