Semua pencari suaka yang datang ke Australia dengan menggunakan perahu dikirim ke kamp di Papua Nugini dan Nauru di bawah pemerintahan PM Tony Abbott. Mereka semua ditolak masuk Negeri Kanguru.
"Saya memahami masalah ini, saya khawatir terhadap nasib orang-orang di Manus dan Nauru. Mungkin hampir semua warga Australia juga merasakan hal yang sama," ucap Turnbull dalam wawancara dengan Sky News, seperti dikutip AFP, Rabu (23/9/2015).
Meski khawatir, PM Turnbull tidak akan langsung mengganti kebijakan perbatasan Australia yang masih berlaku saat ini. Namun, dia menegaskan semua kebijakan tidak bersifat permanen dan dapat berubah.
"Saat kita membuat perubahan, kami akan melakukannya dalam baik, melalui kesepakatan menteri, saya sendiri dan juga kabinet," kata PM Turnbull.
Kebijakan keimigrasian Australia, yang diperkuat pemerintahan konservatif Abbott pada 2013, termasuk perintah mengusir semua kapal, telah lama dikritik.
Sejumlah grup hak asasi manusia mengkritik sikap Australia yang dituding menelentarkan pengungsi di kamp detensi. Turnbull mengaku akan segera mengatasi masalah kamp detensi ini, namun melalui cara dan prosedur yang benar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News