Pasukan Australia adalah bagian dari koalisi global melawan Islamic State (ISIS) di Irak dan Suriah. Namun, PM Turnbull membantah pengumuman ini berhubungan dengan koalisi.
"Saya tidak mengatakan ke arah situ," ujar Turnbull dalam konferensi pers gabungan bersama Menteri Pertahanan Marise Payne di fasilitas perusahaan Hawkei di Melbourne, Selasa (6/10/2015).
"Realitas saat ini adalah IED (semacam alat peledak) hampir selalu ada di medan tempur era modern. Pasukan Australia yang berada di medan tempur kemungkinan besar akan menghadapinya. Jadi, kendaraan-kendaraan terbaru ini nantinya dapat beroperasi di semua medan tempur," sambung dia, seperti dikutip AFP.
Tahun lalu Australia memperkuat angkatan udaranya lewat pembelian 58 pesawat jet tempur F-35. Total jet Australia saat ini mencapai 72.
Untuk pertempuran darat, PM Turnbull berencana membeli 1100 kendaraan lapis baja terbaru buatan Hawkei.
"Ini adalah contoh bagaimana pasukan Australia menginvestasikan dananya ke bidang teknologi untuk menghadapi tantangan di medan tempur modern," kata PM Turnbull.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News