Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 7 Mei 2019. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).
Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 7 Mei 2019. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).

Indonesia Undang Vanuatu di Pameran Ekonomi Pasifik

Internasional indonesia-selandia baru indonesia-pasifik pasifik
Sonya Michaella • 07 Mei 2019 14:54
Jakarta: Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan, Indonesia tetap mengundang Vanuatu ke perhelatan Pacific Expo, 11-14 Juli mendatang di Auckland. Tantowi menegaskan, expo ini tidak ada kaitannya dengan politik.
 
Vanuatu selama ini dikenal sebagai negara Pasifik yang mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, terutama mengenai isu Papua. Beberapa kali dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vanuatu menggunakan isu Papua demi menarik kepentingan dalam negerinya.
 
Baca juga: Indonesia Penetrasi Pasar Pasifik Melalui Selandia Baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Vanuatu tidak terpisahkan dari Pasifik, jadi tetap kita undang. Kecuali outer part seperti Guam dan Hawaii tidak. Kalau Vanuatu, tetap diundang,” kata Tantowi, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 7 Mei 2019.
 
“Kita tidak bisa mengabaikan Vanuatu meski kita ada permasalahan dengan mereka. Mereka tetap bagian dari Pasifik,” lanjut dia.
 
Seperti halnya forum Indonesia-Pasifik Selatan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menggali potensi dan memperkuat kerja sama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.
 
Kegiatan yang berformat pameran ini juga mendapat dukungan dari Australia dan Selandia Baru dan merupakan salah satu upaya Indonesia untuk meningkatkan kehadiran di wilayah Pasifik.
 
Meski demikian, acara yang diinisiasi Pemerintah Indonesia ini sempat ditanggapi dengan rasa curiga oleh negara-negara Pasifik. Tidak seperti Indonesia, Tiongkok telah terlebih dahulu menancapkan pengaruhnya di Pasifik.
 
“Kehadiran Indonesia dalam kelompok negara-negara Pasifik tentu saja ditanggapi bermacam-macam, ada yang dianggap sebagai potensi, ada pula yang curiga dan berhati-hati,” tutur Tantowi.
 
Tantowi sekali lagi menegaskan bahwa tidak ada motif politik di balik rencana Indonesia dalam kegiatan ini. Indonesia juga tidak berusaha menggeser posisi Australia dan Selandia Baru sebagai dua negara besar di Pasifik.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif