Hong Kong dilanda gelombang protes sejak Juni 2019. (Foto: AFP / ISAAC LAWRENCE)
Hong Kong dilanda gelombang protes sejak Juni 2019. (Foto: AFP / ISAAC LAWRENCE)

Pedemo Hong Kong Rencanakan Aksi di Awal 2020

Internasional hong kong Protes Hong Kong
Willy Haryono • 01 Januari 2020 12:08
Hong Kong: Demonstran Hong Kong merencanakan aksi unjuk rasa baru hari ini, Rabu 1 Januari 2020. Tadi malam, mereka melakukan aksi protes damai yang berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan.
 
Hong Kong dilanda gelombang protes sejak tujuh bulan lalu. Aksi unjuk rasa dipicu rancangan Undang-Undang Ekstradisi, yang tetap berlanjut meski otoritas Hong Kong membatalkan RUU tersebut.
 
Aksi protes di Hong Kong kini berubah menjadi perjuangan menegakkan demokrasi dari pengaruh Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ribuan orang berkumpul sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari. Titik aksi protes tadi malam meliputi pelabuhan Victoria Harbour dan juga area hiburan Lan Kwai Fong
 
"Bebaskan Hong Kong, ayo suarakan revolusi sekarang juga!" teriak para pengunjuk rasa di Victoria Harbour, dikutip dari AFP.
 
Sekelompok orang dalam jumlah yang lebih sedikit berkumpul di distrik Mong Kok dan membuat barikade api. Polisi antihuru-hara pun datang, dan melepaskan gas air mata pertama mereka di tahun 2020.
 
Polisi juga menggunakan meriam air untuk membubarkan massa di area yang sama. Sementara di wilayah Prince Edward, aparat menangkap beberapa pengunjuk rasa yang menyalakan lilin.
 
"Terima kasih tahun 2019, yang telah membongkar topeng buruk polisi dan pemerintah (Hong Kong), sehingga masyarakat dapat melihat kebenaran," ujar Kris, seorang staf medis yang ikut berunjuk rasa.
 
"Gerakan protes saat ini mulai melandai. Saya berharap unjuk rasa yang dihadiri banyak orang pada Rabu besok dapat mengembalikan semangat orang-orang," tambah dia.
 
Akhir November lalu, kubu pro-demokrasi menang besar dalam pemilihan umum lokal. Gerakan pro-demokrasi Hong Kong pun mereda sejak saat itu, namun bentrokan sporadis masih kerap terjadi.
 
Pengunjuk rasa Hong Kong bertekad melanjutkan aksi untuk mendorong kebebasan demokrasi yang lebih besar. Mereka juga menuntut agar sejumlah polisi yang dinilai terlalu berlebihan dalam menangani gerakan protes dapat diseret ke hadapan hukum.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif