Presiden Joko Widodo saat bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, di KTT G20, Osaka. (Foto: Biro Pers Setpres).
Presiden Joko Widodo saat bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, di KTT G20, Osaka. (Foto: Biro Pers Setpres).

Meski Singkat, Pertemuan Jokowi-Abe Capai Hasil yang Diinginkan

Internasional joko widodo indonesia-jepang
Marcheilla Ariesta • 02 Juli 2019 14:02
Jakarta: Ramai dibahas mengenai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang hanya semenit dalam pertemuan G20 di Osaka, Jepang, pekan lalu. Ternyata ada alasan dibalik pertemuan yang sangat sebentar itu.
 
"Pak Jokowi kemarin ada perubahan jadwal kedatangan, yang harusnya tiba di Jepang pada 27 Juni, tapi baru tiba di Osaka tanggal 28 Juni, karena ada pembacaan keputusan Mahkamah Konstitusi," ujar Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Ruddyard, kepada Medcom.id, Selasa, 2 Juli 2019.
 
"Karena tiba hanya beberapa jam sebelum dibuka, maka pertemuan dengan PM Abe yang sebelumnya sudah kita jadwalkan, jadi berubah juga," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febrian mengatakan dia dan tim telah membuat rencana agar Presiden Jokowi bisa melakukan bilateral dengan PM Abe pada 27 Juni. Namun, jadwal tersebut terpaksa harus diganti ulang karena waktu PM Jepang, sebagai tuan rumah, harus dibagi-bagi.
 
"Jepang kan tuan rumah, jadi dia harus spare time (memberikan waktu) juga dengan pemimpin dunia lain. Namun, walaupun hanya sebentar, dia bertemu dengan Presiden Jokowi karena menganggap Indonesia sebagai salah satu mitra penting mereka," terangnya.
 
Mengetahui Presiden Jokowi mengubah jadwal keberangkatan ke Osaka, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi langsung melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Jepang Taro Kono. Pertemuan tersebut, ujar Febrian, berlangsung selama satu jam.
 
Dia mengatakan, Menlu Retno menjadi menteri luar negeri pertama yang melakukan bilateral dengan Menlu Jepang dalam kegiatan G20 di Osaka, kemarin. Dalam pertemuan tersebut, kedua menlu membahas mengenai kerja sama bilateral RI-Jepang, yang juga dibahas kedua pemimpin negara.
 
"Jadi, walaupun pertemuan antarkepala negara hanya berlangsung semenit, Bu Menlu sehari sebelumnya sudah melakukan pertemuan cukup lama dengan Menlu Jepang," ungkap dia.
 
Ada dua isu utama yang dibahas dalam pertemuan itu, kata Febri. Keduanya merupakan isu ekonomi, yakni Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Jepang-Indonesia (IJEPA) dan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).
 
Menurut dia, pertemuan tidak akan berlangsung sebentar jika tidak ada perubahan jadwal kedatangan Presiden Jokowi, mengingat hubungan kedua pemimpin negara tersebut sangat dekat.
 
Febrian mengaku terkejut karena durasi pertemuan yang sebentar itu ramai diperbincangkan. Namun, dia menuturkan ada alasan di balik itu semua.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif