"Saya mendapatkan laporan dari staf saya kalau kasus ini ditutup," ujar Dubes Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (21/10/2014).
Ketika ditanya apakah kasus ini bisa kembali dibuka, Nadjib mengatakan," Bisa saja (kasus ini) dibuka. Kalau ada bukti baru bisa saja kasus ini diangkat kembali".
"Alasan mereka pada dasarnya mencari keadilan. Tetapi mereka selalu menuduh ada warga Indonesia yang terlibat," tuturnya.
"Padahal dari dulu kasus ini tidak ada buktinya. Mereka selalu kesulitan memberikan (bukti)," imbuh Nadjib.
Kasus Balibo Five terkait dengan tewasnya lima jurnalis asing di Kota Balibo, Timor Timur pada 1975 silam.
Jurnalis yang tewas termasuk jurnalis Australia Greg Shackleton dan Tony Stewart, serta wartawan Inggris Brian Peters dan Malcolm Rennie juga wartawan Selandia Baru Gary Cunningham.
Setelah lama ditutup, penyelidikan atas kasus ini dibuka kembali pada 2009. Penyelidikan dilakukan setelah pihak pengadilan menyebutkan kematian dari lima jurnalis itu, bukan karena penyebab yang tidak disengaja.
Dorelle Pinch merupakan Wakil Kepala Penyelidik Koroner New South Wales, yang menyatakan bahwa kelima jurnalis ini dieksekusi. Pada 2007, Pinch menyimpulkan bahwa mereka tewas bukan karena terjebak di pertempuran. Pinch menyebutkan mereka sengaja ditembak atau ditikam.
Hingga saat ini tidak diketahui siapa aktor dari insiden tersebut. Beberapa nama mulai dari Christoforus Da Silva dan Yunus Yosfiah, kerap disebut terlibat dalam kasus ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News