Polisi Hong Kong lepaskan tembakan gas air mati ke arah pedemo pada Rabu, 12 Juni 2019. (Foto: AFP).
Polisi Hong Kong lepaskan tembakan gas air mati ke arah pedemo pada Rabu, 12 Juni 2019. (Foto: AFP).

Hong Kong Tenang Usai Kerusuhan yang Melukai 72 Orang

Internasional hong kong
Fajar Nugraha • 13 Juni 2019 06:18
Hong Kong: Kondisi Hong Kong setelah dilanda bentrokan antara polisi dengan massa, kini dalam keadaan tenang. Namun diperkirakan demo menentang rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi akan berlanjut.
 
Baca juga: Demo Hong Kong Ricuh, Polisi Menembakkan Gas Air Mata.
 
Polisi anti huru hara dan pedemo Hong Kong bersiap pada Kamis pagi 13 Juni untuk kemungkinan bentrokan lebih lanjut di distrik keuangan dari wilayah Tiongkok itu. Sebelumnya pada Rabu 12 Juni, kedua belah pihak terlibat bentrokan selama seharian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada pukul 10.00 malam pada Rabu waktu setempat, 72 orang telah dirawat di rumah sakit. Ini termasuk dua orang diklasifikasikan sebagai serius,” menurut Otoritas Rumah Sakit Hong Kong, seperti dikutip AFP, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Ketenangan tetapi penuh kewaspadaan tampak terlihat di kota setelah polisi menembakkan peluru karet, gas air mata dan semprotan merica dalam serangkaian tindakan untuk mengusir para pedemo dari gedung badan legislatif kota.
 
Ini menandai beberapa kekerasan terburuk untuk mengguncang pusat keuangan sejak Inggris mengembalikannya ke pemerintahan Tiongkok pada tahun 1997 dengan jaminan otonomi dan kebebasan yang luas, termasuk sistem hukum yang terpisah dan kebebasan berbicara.
 
RUU ekstradisi yang menjadi biang keladi demonstrasi akan memungkinkan orang-orang dikirim ke daratan Tiongkok untuk diadili. RUU ekstradisi telah memicu kekhawatiran yang tidak luas, baik secara lokal maupun internasional, bahwa aturan itu berisiko lebih lanjut perambahan dari pejabat Tiongkok dan mengancam supremasi hukum yang menopang status keuangan internasionalnya.
 
“Ratusan polisi anti huru-hara terlihat beristirahat dan bersiap kembali semalaman. Sementara para pengunjuk rasa memperoleh pasokan air segar, kacamata dan helm,” ujar seorang saksi mata.
 
Pedemo dapat terlihat mengikat lengan dan kaki yang terbuka dengan alat pelindung untuk menjaga terhadap dampak gas air mata karena banyak bersiap untuk menghadapi tindakan polisi.
 
Beberapa ribu demonstran tetap berada di dekat badan legislatif di distrik Admiralty. Sementara ribuan lainnya telah mundur ke wilayah pusat bisnis, yang mengarah ke gedung terkenal dari perusahaan yang beroperasi seperti termasuk HSBC dan AIA dan Mandarin Oriental.
 
Bentrokan pecah berjam-jam setelah puluhan ribu orang mengepung jalanan utama pada jam-jam sibuk pagi hari dan mengepung parlemen kota. Hal ini memaksa anggota parlemen untuk menunda debat mengenai undang-undang yang diusulkan.
 
Imbauan KJRI Hong Kong
 
KJRI Hong Kong mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal maupun sedang berwisata ke Hong Kong untuk menjauhi lokasi demonstrasi warga terkait RUU ekstradisi Tiongkok.
 
Baca juga: KJRI Hong Kong Imbau WNI Jauhi Lokasi Demo.
 
WNI diminta untuk menghindari wilayah Admirality dan Central yang diperkirakan akan menjadi pusat penumpukan massa pada hari ini.
 
"Diimbau tidak keluar dari kediaman bila dirasa tidak ada hal-hal yang benar-benar memerlukan berkegiatan di luar," tulis keterangan resmi KJRI di lamanFacebookKJRI Hong Kong, Rabu 12 Juni 2019.
 
KJRI Hong Kong juga meminta seluruh WNI, terutama TKI untuk mengikuti segala perintah dan arahan dari petugas penegak hukum Hong Kong dan tidak melanggar tata tertib serta aturan yang berlaku
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif