Indonesia siap untuk menyuplai minyak sawit, teh dan kopi bagi kebutuhan dalam negeri Maroko. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Indonesia siap untuk menyuplai minyak sawit, teh dan kopi bagi kebutuhan dalam negeri Maroko. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

Indonesia Siap Suplai Kelapa Sawit untuk Maroko

Internasional indonesia-maroko
Marcheilla Ariesta • 28 Oktober 2019 16:18
Jakarta: Melancarkan diplomasi ekonomi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendorong segera dinegosiasikan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Maroko. Pernyataan ini disampaikan Menlu Retno dihadapan Menlu Maroko, Nasser Bourita di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
 
"Kita harapkan negosiasi tersebut dapat dimulai sebelum akhir tahun ini. Dengan PTA tersebut, hambatan tarif perdagangan dapat dihilangkan," tutur Retno, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Untuk penguatan di bidang ekonomi, Retno menambahkan akan memperluas akses pasar manufaktur unggulan yang dinilai memiliki potensi cukup besar di Maroko. Produk-produk Indonesia yang ditawarkan, seperti tekstil, karet, sepatu, elektronik, perabot rumah tangga, serta furnitur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Retno juga menawarkan kesiapan Indonesia untuk menyuplai minyak sawit, teh dan kopi bagi kebutuhan dalam negeri Maroko. Tak hanya itu, Retno juga memberitahu bahwa industri halal sangat potensial menjadi bagian dari kerja sama ekonomi kedua negara.
 
Pada 2017, kata Retno, industri halal Indonesia mencapai USD2,1 triliun. Diperkirakan angka ini akan meningkat hingga USD3 triliun di 2023.
 
"Saya secara khusus mengundang Maroko untuk berpartisipasi dalam Halal Summit pada November 2020," imbuhnya.
 
Dalam kesempatan ini, Retno juga mempromosikan kesiapan BUMN INdonesia untuk membangun infrastruktur dan transportasi di Maroko. Terutama untuk jalan, jembatan, rel kereta, dan perumahan.
 
Ada empat nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dalam pertemuan kedua menteri ini. Pertama penandatanganan MoU Kerja Sama Kelautan dan Perikanan; MoU Perindustrian, Investasi, Perdagangan dan Ekonomi Digital; MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme; dan MoU Pertukaran Informasi Intelijen Keuangan terkait Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif