"Saya akan mengumumkan (tanggalnya) segera. Saya tetap memegang janji," kata Mahathir, dilansir dari Straits Times, Senin, 23 September 2019.
Sementara itu, Anwar dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg mengatakan akan menjadi perdana menteri pada Mei 2020. Menurutnya, dia hanya akan menunggu waktu itu tiba.
"Ada yang mengatakan dia (Mahathir) akan mengundurkan diri pada waktu yang tepat.
Sejak memenangkan pemilihan umum pada 2018 lalu, Mahathir mengatakan akan menyerahkan jabatannya kepada koleganya, Anwar Ibrahim. Jabatannya akan diserahkan setelah dua tahun menjabat sebagai perdana menteri.
“Dia (Anwar) bebas melakukan apapun yang dianggapnya terbaik sebagai perdana menteri. Saya tidak akan berkomentar apa yang akan terjadi setelahnya,” ujar Mahathir beberapa waktu lalu.
“Tugas saya saat ini mempersiapkan negara sebaik mungkin (untuk transisi ke Anwar),” tuturnya.
Mahathir kembali naik kursi perdana menteri setelah koalisi oposisi Pakatan Rakyat menang pemilu pada 9 Mei 2018 mengalahkan UMNO. Mahathir mengalahkan mantan anak didiknya, Najib Razak yang dipenuhi dengan skandal dugaan korupsi.
Bergabungnya Mahathir ke pihak oposisi untuk mengalahkan UMNO sangat mengejutkan. Dia juga mengubur permasalahan dengan Anwar Ibrahim di masa lalu, dimana Anwar dituduh melakukan korupsi dan dipenjara atas kasus sodomi.
Anwar Ibrahim pun menjadi pimpinan PKR setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia, tidak lama setelah oposisi menang pemilu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News